Rabu, 13 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Menkes: Penularan Hantavirus Antar Manusia Tak Semudah Seperti Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebagian besar kasus hantavirus menular melalui tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi.

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
HANTAVIRUS - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Ia mengatakan sebagian besar kasus hantavirus menular melalui tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus hantavirus menular melalui tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi
  • Menkes menyebut terdapat satu varian di Amerika Selatan yang memungkinkan penularan antarmanusia dalam kontak sangat dekat dan intensif
  • Tingkat kematian akibat hantavirus berbeda tergantung jenis virusnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penularan hantavirus antar manusia tidak semudah Covid-19.

Ia menyebut, sebagian besar kasus hantavirus menular melalui tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi.

“Beda dengan Covid-19, virus ini menularnya sangat susah. Sampai sekarang penularannya terbukti terjadi melalui tikus,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia memaparkan, penularan dapat terjadi melalui kotoran, urine, maupun gigitan tikus yang telah terinfeksi hantavirus.

“Kalau tikus terkena hantavirus, tikus bisa mengeluarkan kotoran, buang air kecil atau saat tikus menggigit, di situ penularan terjadi. Jadi bukan seperti Covid-19 yang ngomong kemudian ada droplet keluar, langsung tertular,” katanya.

Baca juga: Suspek Hantavirus di Yogyakarta Negatif, DPR Tetap Minta Pemerintah Waspada

Meski demikian, Menkes menyebut terdapat satu varian di Amerika Selatan yang memungkinkan penularan antarmanusia dalam kontak sangat dekat dan intensif, seperti anggota keluarga yang tidur dalam satu ranjang.

Varian ini adalah andes virus seperti yang ada di kapal pesiar MV Hondius.

Namun, secara umum, sekitar 99 persen penularan hantavirus tetap berasal dari tikus.

Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah keberadaan tikus di rumah, restoran, maupun tempat kerja.

Baca juga: WHO Tegaskan Hantavirus Bukan seperti Covid-19, Minta Warga Tak Panik

“Cara yang paling baik menghindari adalah pastikan rumah, restoran, tempat kerja bersih dari tikus,” lanjut mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Ia juga menjelaskan bahwa tingkat kematian hantavirus berbeda tergantung jenis virusnya.

Varian yang ditemukan di Amerika Selatan disebut menyerang paru-paru dan memiliki tingkat kematian cukup tinggi, mencapai 50 hingga 60 persen.

Sementara strain yang lebih banyak ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, memiliki karakteristik berbeda karena lebih menyerang ginjal dengan tingkat fatalitas yang lebih rendah.

“Kalau yang beredar di Asia, Seoul virus menyerangnya ginjal. Fatality rate-nya lebih rendah, sekitar 5 sampai 15 persen,” jelasnya.

Pemerintah memastikan sistem surveilans terus diperkuat dan rumah sakit di Indonesia sudah memahami tata laksana penanganan pasien hantavirus apabila ditemukan kasus di masyarakat.

"Yang kami lakukan adalah surveillance-nya diperbaiki, kemudian kalau ada yang terinfeksi , setiap tahun ada yang kena. Itu bisa dikirim ke rumah sakit, rumah sakit sudah tahu cara mengobatnya,” ucap Budi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved