Jumat, 29 Agustus 2025

Pertemuan Prabowo dengan Megawati

Prabowo Temui Megawati di Teuku Umar, Ray Rangkuti: Skor 70 untuk Megawati dan Prabowo 30

Ray merinci soal kepiawaian Megawati, dimana semua skenario pertemuan dilakukan di luar perkiraan. 

|
Kolase Tribunnews.com
BERTEMU DI TEUKU UMAR - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Presiden Prabowo Subianto (kanan) bertemu di Teuku Umar Jakarta kemarin. 

“Kenyataan bahwa ibu Mega yang didatangi oleh Prabowo menandakan betapa ketokohan Ibu Mega tidak dapat dipandang sebelah mata oleh Prabowo," ujarnya.

"Ini tidak sama dengan ketua umum parpol lain yang bahkan rela menjadi pembantu pak Prabowo sebagai anggota kabinet, yang dengan sendirinya menjadi 'anak buah' Pak Prabowo,” paparnya menambahkan.

“Hal ini juga menempatkan Ibu Mega tidak kalah pamor dari Pak Jokowi di mana awal-awalnya didatangi oleh Prabowo ke Solo,” lanjut dia.

Sementara, berbeda dengan pertemuan Jokowi dengan Prabowo yang dilakukan di tempat netral, pertemuan Megawati dan Prabowo di rumah Megawati menunjukan kebutuhan untuk bertemu itu memang datang dari Prabowo. 

“Pak Prabowo menyadari dalam situasi bangsa seperti saat ini, diperlukan kerja sama semua pihak. Tentu salah satu yang terpenting itu adalah kerja sama dengan partai-partai di parlemen. Pak Prabowo menyadari bahwa kekuatan PDIP sangat besar, soliditasnya makin kuat dan pengaruhnya makin membesar. Sementara teman sekutu pak Prabowo begitu-begitu saja,” terangnya.

“Jika pada akhirnya PDIP tetap memilih jalur oposisi misalnya, itu oposisi yang moderat. Bukan oposisi yang keras,” kata Ray lagi.

Maka Ray menyebut pertemuan itu memberi poin 70 untuk Megawati dan 30 untuk Prabowo. 

Kata dia  Megawati menunaikan satu faksi di dalam tubuh PDIP yakni faksi Puan Maharani yang memang berkeinginan kuat agar Mega bertemu Prabowo.

"Presiden yang mendatangi ibu Mega. Bukan ibu Mega yang ke Istana," ujarya.

Kemudia menjaga hubungan dengan kekuatan oposisi agar tetap terjalin.

"Oposisi tidak merasa begitu saja ditinggalkan. 4. Menjaga martabatnya sebagai ketum partai pemenang pemilu. Bukan partai yang belok sana belok sini demi kekuasaan,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan