Puan Maharani Ikut Tepis Isu Matahari Kembar, Tegaskan Presiden Saat Ini Prabowo Subianto
Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI-P Puan Maharani membantah soal isu adanya matahari kembar dalam pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani ikut menanggapi soal munculnya isu matahari kembar dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Isu matahari kembar ini muncul setelah banyak menteri di Kabinet Merah Putih menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
Kunjungan para menteri yang juga pernah menjabat di era kepemimpinan Jokowi itu dilakukan saat Prabowo tengah melakukan lawatan luar negeri.
Menanggapi isu matahari kembar ini, Puan dengan tegas menepisnya.
Puan menekankan bahwa yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Presiden Prabowo Subianto.
“Matahari kembar? Presiden saat ini Presiden Prabowo Subianto,” kata Puan, dilansir Kompas.com, Senin (14/4/2025).
Lebih lanjut soal banyak menteri yang berkunjung ke rumah Jokowi di Solo, Puan menilai itu bagian dari silaturahmi.
Terlebih ini masih dalam momen Lebaran 2025, dimana memang banyak orang yang melakukan silaturahmi.
Puan juga menilai silaturahmi saat momen Lebaran ini adalah hal yang baik.
“Silaturahmi di masa Lebaran akan sangat baik,” imbuh Puan.
Baca juga: Reaksi Golkar dan Demokrat soal PKS Ingatkan Matahari Kembar usai Para Menteri Temui Jokowi
Istana Minta Silaturahmi Lebaran Tak Dibumbui Tafsiran Politik
Istana melalui Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau PCO Hasan Nasbi merespons ucapan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera yang menilai kunjungan sejumlah menteri Presiden Prabowo Subianto ke rumah Jokowi memunculkan kesan adanya 'matahari kembar' dalam pemerintahan.
Hasan mengatakan bahwa kedatangan para menteri tersebut untuk silaturahmi lebaran.
"Silaturahmi- silaturahmi lebaran jangan dibumbui tafsiran politik," kata Hasan, Senin (14/4/2025).
Sekarang ini, kata Hasan, masih dalam suasana lebaran.
Momentum tersebut digunakan untuk merajut dan memperkuat kembali tali silaturahmi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.