Idul Adha 2025
5 Amalan Sunah pada Hari Tasyrik, Tiga Hari setelah Hari Raya Idul Adha
Simak amalan sunah hari-hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari setelah hari Idul Adha, larangan berpuasa, serta hari istimewa makan dan minum.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Berikut amalan sunah hari-hari Tasyrik yang berlangsung selama tiga hari setelah hari Idul Adha.
Pada bulan Dzulhijjah selain ada hari Idul Adha, ada juga hari Tasyrik.
Hari-hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah hari Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Abu Daud:
"Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari tasyrik)." (HR. Abu Daud, no. 1765, dari ‘Abdullah bin Qurth. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Hari tasyrik disebut yaumul qorr karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam di Mina.
Kapan Hari Tasyrik Idul Adha 2025?
Hari Tasyrik merupakan tiga hari setelah hari raya Idul Adha, tepatnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Tiga hari tersebut juga adalah batas waktu umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelah idul adha.
Berdasarkan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag), 10 Dzulhijjah 1446 H atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
Itu artinya, hari Tasyrik atau tiga hari setelah Idul Adha 1446 H/2025 M jatuh pada Sabtu-Senin tanggal 7-9 Juni 2025.
Baca juga: Tanggal Berapa Hari Tasyrik Tahun Ini? Simak Penjelasan Mengapa Diharamkan Berpuasa di Hari Tersebut
Amalan Sunah di Hari Tasyrik
Melansir bali.kemenag.go.id, terdapat 5 amalan sunah hari-hari Tasyrik yang dianjurkan oleh Nabi sebagai berikut.
1. Pertama, perbanyak berzikir kepada Allah, baik dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan lainnya.
2. Kedua, memperbanyak berdoa mohon kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
3. Ketiga, menyembelih hewan kurban.
Selain hari Idul Adha, waktu untuk berkurban adalah hari-hari Tasyrik.
Jika tidak sempat untuk berkurban di hari Idul Adha, maka dianjurkan menyembelih hewan kurban di hari-hari Tasyrik.
4. Keempat, larangan berpuasa, hari istimewa untuk makan, minum.
Di hari-hari Tasyrik, kita dilarang untuk berpuasa.
Larangan berpuasa di hari Tasyrik dijelaskan dalam Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah, Ust. M. Syukron Maksum sebagai berikut:
Berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a. : "Bahwasanya Rasulullah saw. mengutus Abdullah Bin Hudzafah berkeliling Mina untuk menyampaikan: Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan minum dan mengingat Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad)
Dengan demikian, seseorang yang biasa melakukan Puasa Sunnah Senin Kamis atau Puasa Daud, dilarang berpuasa ketika bertepatan pada Hari Tasyrik.
Setelah tanggal 13 Dzulhijjah, umat Islam baru dapat melanjutkan berpuasa sunnah.
Selain itu, Imam Muslim juga meriwayatkan hadis yang menerangkan hari Tasyrik sebagai hari istimewa untuk makan, minum, dan untuk zikir.
"Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, 'Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir'," (HR Muslim).
5. Kelima, bertakbir setelah melaksanakan shalat wajib lima waktu.
Setelah selesai melaksanakan shalat lima waktu, maka dianjurkan membaca takbir, sebagaimana takbir di hari Idul Adha.
(Tribunnews.com/Latifah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.