Minggu, 31 Agustus 2025

Kurikulum Sekolah Rakyat Bakal Terapkan Model Multi Entry Multi Exit, Ini Penjelasan Kemensos

Melalui kurikulum khusus modifikasi tersebut, menurut Robben, siswa fleksibel mempelajari sesuatu sesuai peminatan

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
istimewa
KURIKULUM SEKOLAH RAKYAT - Sekjen Kemensos, Robben Rico, tinjau lokasi Sekolah Rakyat di Maluku Utara. Kurikulum Sekolah Rakyat rencananya akan menerapkan model pengelolaan Multi Entry-Multi Exit untuk mencetak siswa sebagai agen perubahan. Robben mengatakan beberapa sekolah unggulan di Indonesia menjadi komparasi tolok ukur kurikulum 

Metode ini membuat masing-masing muatan yang terdapat didalam kurikulum sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang existing dengan sedikit penyesuaian.

"Tinggal dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari sekolah rakyat," kata Robben.

Sekolah dengan konsep boarding school ini dijadwalkan dibuka pada tahun ajaran 2025/2026.

Pada tahun ini akan dibuka di 65 titik lokasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan ditargetkan hingga 100 titik.

Sejumlah langkah terus dilakukan mulai dari peninjauan lokasi, penyediaan sarana dan prasarana, perekrutan tenaga pengajar, pendataan calon siswa, dan sosialisasi kepada calon siswa dan orangtua.

Program yang telah diatur dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan ini memberikan kesempatan kepada anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapat pendidikan berkualitas.

Nantinya, Sekolah Rakyat menjadi pencetak agen perubahan dan memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan