Mengenal Pulau Enggano, Pulau Terluar Indonesia di Samudra Hindia, 4 Bulan Warganya Terisolir
Pulau Enggano saat ini menjadi sorotan setelah warganya terisolasi dari dunia luar sejak 4 bulan terakhir.
TRIBUNNEWS.com - Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia.
Pada 2 Maret 2017, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menetapkan Pulau Enggano bersama 110 pulau kecil lainnya sebagai pulau berstatus pulau-pulau kecil terluar.
Dilansir laman Sekretariat Kabinet, status itu termuat dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar.
Pulau ini memiliki luas 39.586,74 hektar, dikutip dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Garis pantai Pulau Enggano mencapai 126,71 kilometer, memanjang sejauh 35,60 kilometer dari arah barat laut menuju tenggara dan melebar sejauh 12,95 kilometer dari timur laut menuju barat.
Menurut catatan Wikipedia, saat ini populasi di Pulau Enggano sebanyak 4.035 jiwa.
Baca juga: Apa yang Terjadi di Pulau Enggano? 4 Bulan Warganya Terisolasi, Prabowo Teken Inpres Pembangunan
Secara administrasi pemerintahan, Pulau Enggano merupakan satu unit pemerintahan kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara.
Pulau Enggano memiliki enam desa dalam struktur pemerintahan Kecamatan Pulau Enggano, yaitu Desa Banjar Sari, Meok, Kaana, Malakoni, Apoho, dan Kahyapu.
Selain itu, Enggano memiliki beberapa pulau-pulau kecil, yakni Pulau Dua, Merbau, Bangkai di sebelah barat, dan Pulau satu di sebelah selatan.
Jarak terdekat Pulau Enggano adalah menuju Kota Manna, Bengkulu Selatan, sekitar 96 kilometer.
Sementara, jarak menuju Ibu Kota Provinsi Bengkulu sekitar 156 kilometer.
Suku dan Agama
Penduduk asli Pulau Enggano adalah Suku Enggano yang terdiri dari Suku Kauno, Suku Kaahoao, Suku Kaharuba, Suku Kaitaro, Suku Kaaruhi, dan Suku Kaamay.
Masing-masing suku dikepalai oleh Ketua Suku.
Untuk agama, sebagian besar penduduk Pulau Enggano memeluk agama Islam, dengan persentase mencapai 55,30 persen.
Sebagian lainnya adalah Kristen Protestan dengan persentase 44,70 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peta-Pulau-Enggano-1.jpg)