Rocky Gerung di Korlantas: Peradaban Bangsa Tercermin dari Cara Berkendara di Jalan
Dalam diskusi Korlantas, Rocky Gerung menilai etika berlalu lintas mencerminkan wajah peradaban bangsa. Dari cara kita menyetir, ego dan empati diuji
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari 152.000 kasus, dengan korban meninggal dunia mencapai hampir 24.000 jiwa. Penyebab utama kecelakaan adalah kelalaian manusia (human error), termasuk pelanggaran aturan lalu lintas dan perilaku berkendara yang agresif.
Kajian Kementerian Perhubungan RI juga menunjukkan bahwa tingkat kesadaran berkendara di Indonesia masih rendah, khususnya di kalangan pengendara sepeda motor. Rendahnya empati sesama pengguna jalan kerap menjadi pemicu konflik dan kecelakaan.
Baca juga: Kecelakaan Renggut Nyawa Kades Mekarsari dan Keluarga, Mobil yang Ditumpangi Tabrak Pohon di Cianjur
Korlantas Polri mencatat lebih dari 1,15 juta kecelakaan di 2024, naik hampir delapan kali lipat dari 152.000 kasus di 2023. Korban meninggal dunia mencapai 27.000 jiwa, atau 3–4 orang tewas setiap jamnya.
Mayoritas korban usia produktif, memberi dampak sosial dan ekonomi signifikan.
Meski secara keseluruhan memprihatinkan, Korlantas mencatat penurunan saat Operasi Ketupat 2025—angka kecelakaan turun 31 persen, dan fatalitas menurun hingga 46%.
Ini menunjukkan pendekatan terpadu bisa efektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Akademisi-dan-filsuf-Rocky-Gerung-menjadi-narasumber-dalam-diskusi-di-Korlantas-Polri.jpg)