Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri
Cerita di Balik Perjalanan Pulang dari KTT BRICS: 4 Kali Transit Hingga Insiden Imigrasi Singapura
Perjalanan pulang dari KTT BRICS 2025 di Brasil menjadi pengalaman panjang, melelahkan, tapi penuh warna.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan pulang dari KTT BRICS 2025 di Brasil menjadi pengalaman panjang, melelahkan, tapi penuh warna bagi kami yang tergabung dalam tim media dan pendamping Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjalani momen-momen diplomatik di Rio de Janeiro dan Brasília, saatnya kembali ke Tanah Air lewat jalur udara, darat, dan sedikit drama di tengah jalan.
Hari pertama, kami terbang dari Lanud Galeão, Rio de Janeiro, menuju Brasília menggunakan pesawat TNI AU.
Satu grup bersama Paspampres dan tim pendamping utama.
Perjalanan ini memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit, cukup singkat, tapi tetap terasa panjang karena kami membawa kelelahan dari rangkaian agenda KTT.
Keesokan harinya, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Kepresidenan Brasília.
Usai agenda kenegaraan itu, sore harinya kami langsung bergerak lagi. Kali ini untuk memulai perjalanan pulang lintas benua.
Tujuan awalnya yaitu Brussel, Belgia. Tapi sebelum itu, kami transit terlebih dahulu di Bandara Dakar, Senegal.
Enam jam terbang melintasi Samudra Atlantik, lalu istirahat satu jam di bandara Afrika Barat itu. Setelah itu, kami kembali mengudara selama enam jam menuju Eropa.
Tiba di Brussel pagi hari, kami harus berpacu dengan waktu. Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan lewat jalur darat menuju Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda.
Waktu sangat mepet, dan antrean di imigrasi menjadi ujian mental. Hampir dua jam kami terjebak antrean, sambil cemas mengejar penerbangan selanjutnya menggunakan KLM menuju Singapura.
Sesampainya di Bandara Changi, Singapura, drama terjadi.
Kami ingin mengambil koper untuk dipindahkan dari KLM ke pesawat Garuda Indonesia.
Tapi petugas imigrasi menahan langkah kami. Alasan mereka? kami tidak memiliki sertifikat vaksin Yellow Fever, yang diwajibkan bagi semua penumpang dari Amerika Latin dan Afrika.
Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri
Di Belgia, Presiden Prabowo Capai Terobosan Besar Perjanjian Kerja Sama Indonesia-Uni Eropa |
---|
Presiden Prabowo Tiba di Brussel untuk Mulai Rangkaian Lawatan ke Benua Eropa |
---|
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Pimpin Rapat Virtual dari Belgia, Bahas Hukum hingga Cuaca Ekstrem |
---|
Presiden Prabowo Bakal Menghadiri Bastile Day Prancis Hingga Bertemu Macron Bahas Kerja Sama |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.