Menteri PPPA: Perjuangan untuk Perempuan dan Anak Harus Berlandaskan Hati yang Tulus
kemajuan perempuan dan perlindungan anak tidak cukup hanya diwujudkan lewat program-program kerja. Harus dilandasi hati yang tulus.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kemajuan perempuan dan perlindungan anak tidak cukup hanya diwujudkan lewat program-program kerja.
Menurutnya, perjuangan ini harus dilandasi hati yang tulus, visi yang sama, dan komitmen yang ikhlas.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah saat menerima audiensi Business and Professional Women (BPW) Indonesia di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
“Saya selalu berdoa agar dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki satu tujuan, satu visi dan misi, serta tulus dan ikhlas dalam perjuangan untuk perempuan dan anak Indonesia. Alhamdulillah, doa itu terkabul melalui pertemuan kita hari ini,” kata Menteri Arifah saat menerima rombongan yang dipimpin Ketua Umum BPW Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., bersama jajaran pengurus pusat: Fiyatri Widuri, S.T., Angelia Sasongko, S.Si., Santi Tio, dan Endah Esti Hartanti.
Bahas Forum Internasional Perempuan
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana penyelenggaraan BPW Indonesia International Forum 2025 pada 20 Agustus 2025 di Hotel Mulia, Jakarta.
Baca juga: Menteri PPPA Sebut Gadget Jadi Sumber Kekerasan pada Anak, Ini Alasannya
Forum ini mengusung tema “Women Bridging Nations and Driving Sustainable Futures” dengan fokus pada kepemimpinan perempuan, pengembangan teknologi hijau, dan inovasi untuk mewujudkan transformasi berkelanjutan.
BPW Indonesia menargetkan forum tersebut menjadi ajang pertukaran ide, pembentukan jejaring lintas negara, dan penciptaan terobosan nyata di bidang pemberdayaan perempuan.
Menteri Arifah menyambut baik inisiatif tersebut, menilai langkah ini sejalan dengan misi KPPPA untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi motor penggerak pembangunan.
“Perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak perubahan. Forum seperti ini sangat penting untuk membangun kepemimpinan perempuan yang adaptif dan visioner,” ujarnya.
Kementerian PPPA memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan forum internasional ini.
Bahkan, Menteri Arifah mendorong agar keanggotaan BPW Indonesia diperluas hingga ke tingkat akar rumput, agar semangat pemberdayaan perempuan dapat menjangkau desa-desa dan komunitas kecil di seluruh penjuru negeri.
Tak hanya itu, Arifah juga mengajak BPW Indonesia bergabung dalam program unggulan Ruang Bersama Indonesia, sebuah platform kolaborasi lintas sektor untuk mendukung perempuan dan anak melalui inisiatif edukasi, perlindungan, dan pemberdayaan ekonomi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program pemberdayaan tidak berhenti di level wacana, tetapi benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan. Kolaborasi dengan jaringan profesional seperti BPW Indonesia akan menjadi penguat yang luar biasa,” tegasnya.
KPPPA dan BPW Indonesia sepakat bahwa pemberdayaan perempuan harus disertai advokasi di tingkat global, khususnya terkait isu-isu sensitif seperti kekerasan terhadap perempuan, perlindungan penyintas, dan kesenjangan kesempatan di dunia kerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Arifah-Fauzi-1-08082025.jpg)