Diplomat Muda Tewas di Menteng
Kasus Diplomat Arya Daru Masih Diusut, Polisi: Informasi Sekecil Apapun Ditampung Penyelidik
Ade menambahkan, penyelidik masih membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait kasus ADP
Penulis:
Reynas Abdila
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya memastikan kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP) masih dalam proses penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menegaskan hingga saat ini perkara tersebut belum ditutup.
“Informasi sekecil apapun, ditampung oleh penyelidik kemudian dilakukan pendalaman,” ujarnya di Maolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025).
Ade menambahkan, penyelidik masih membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan terkait kasus ADP.
Informasi tersebut dapat disampaikan kepada kepolisian.
“Penyelidik masih membuka ruang bagi siapapun yang memiliki informasi untuk memberikan info tersebut kepada penyelidik guna ditindaklanjuti,” jelasnya.
Baca juga: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Dipromosi Jadi Karo Mulmed Divhumas Polri
Dia mengingatkan bahwa perkembangan terakhir kasus ADP sebelumnya telah dirilis pada 28 Juli lalu dan penyelidikan tetap berlanjut.
Sebelumnya, keluarga mengungkapkan temuan baru terkait kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arya Daru Pangayunan.
Arya diketahui meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025.
Kepala Arya ditemukan dalam kondisi terlilit lakban.
Temuan baru tersebut adalah sebuah amplop cokelat berisi simbol-simbol tersebut. Amplop tersebut diterima asisten rumah tangga ADP dari pria tidak dikenal saat pengajian mendiang ADP pada 9 Juli 2025 di rumah mereka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Ada seseorang membawa amplop coklat, yang berisi simbol-simbol dari gabus putih, yaitu simbol bintang, hati, dan simbol bunga kamboja," kata kuasa hukum keluarga Arya, Nicholay Aprilindo dalam konferensi pers di Kotagede, DIY, Sabtu (23/8/2025).
Ia menambahkan, amplop coklat tersebut dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal oleh keluarga Arya.
"Itu sudah diserahkan kepada pihak keluarga kepada pihak-pihak yang melakukan penyelidikan. Kami minta diperdalam apa makna dari simbol-simbol itu, pesan apa yang terkandung dalam simbol itu," kata dia.
Sementara itu, Subaryono, ayah Arya meminta bantuan Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap misteri kematian anaknya.
Diplomat Muda Tewas di Menteng
Dino Patti Djalal Ragukan Kesimpulan Polisi Soal Kematian Arya Daru, Ini Alasannya |
---|
Respons Permintaan Keluarga Diplomat Arya Daru, Polri Buka Ruang Kasus Diusut Kembali hingga Tuntas |
---|
Kasus Kematian Arya Daru, Eks Wakapolri Nilai Polisi Harusnya Inventarisir Semua Kejanggalan |
---|
Amplop Cokelat Berisi Simbol Misterius yang Diterima Keluarga Arya Daru Diserahkan ke Polda Metro |
---|
Babak Baru Kasus Arya Daru, Istri Bantah Perintahkan Geser CCTV di Kos, Akan Ungkap Kejanggalan Lain |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.