OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja
Prabowo Akui Malu Eks Wamenaker Noel Jadi Tersangka Kasus Pemerasan: Mungkin Dia Khilaf
Presiden Prabowo menyinggung soal Immanuel Ebenezer alias Noel dalam pidatonya di pembukaan APKASI Otonomi Expo di Tangerang, Kamis (28/8/2025).
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Endra Kurniawan
"Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Tidak mungkin ada kemakmuran," ucap Prabowo.
"Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran pada rakyat," tegas dia.
Prabowo pun mengingatkan, hal itu berlaku untuk semua tingkatan pemimpin, termasuk dirinya sendiri.
"Ini berlaku untuk setiap tingkat. Karena itu, saya yang dipilih oleh rakyat, saya disumpah oleh rakyat, saya diberi mandat oleh rakyat," kata Prabowo.
"Saya harus menjaga UUD dan menjalankan UU, saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya."
"Dan ini kewajiban semua bupati-bupati, wali kota-wali kota, camat-camat, kepala desa-kepala desa, dan lurah-lurah," pungkasnya.
Noel Minta Maaf pada Prabowo
Saat ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat (22/8/2025), Immanuel Ebenezer alias Noel sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia juga meminta maaf kepada anak dan istrinya, serta rakyat Indonesia.
"Saya ingin sekali pertama saya meminta maaf kepada Presiden, Pak Prabowo. Kedua, saya minta maaf kepada anak dan istri saya. Tiga, saya minta maaf terhadap rakyat Indonesia," kata dia, Jumat.
Lebih lanjut, Noel menegaskan dirinya tidak pernah terlibat kasus pemerasan.
Ia juga membantah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Kamis (21/8/2025) dini hari.
Atas hal itu, ia meminta awak media untuk tidak membuat narasi yang bisa menjelekkan namanya.
Meski demikian, Noel tak menjelaskan kasus apa yang menjeratnya.
"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak di-OTT. Pertama itu. Kedua, kasus saya bukan kasus pemerasan, agar narasi di luar tidak menjadi narasi yang kotor memberatkan saya," jelas Noel.
Dalam kasus ini, peran Noel adalah mengetahui, membiarkan, dan meminta "jatah" kepada Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022-2025.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.