Senin, 1 September 2025

OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja

Prabowo Akui Malu Eks Wamenaker Noel Jadi Tersangka Kasus Pemerasan: Mungkin Dia Khilaf

Presiden Prabowo menyinggung soal Immanuel Ebenezer alias Noel dalam pidatonya di pembukaan APKASI Otonomi Expo di Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Tribunnews/Jeprima
JADI TERSANGKA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel bersama tahanan lainnya mengenakan rompi orange dan tangan terborgol berjalan menuju ruang konferensi pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025). KPK menetapkan Noel beserta 10 orang lainnya menjadi tersangka usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada 20-21 Agustus 2025. Noel ditangkap di Jakarta terkait dugaan pemerasan terhadap sejumlah perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3. Selain itu, KPK juga menyita 22 kendaraan dari operasi senyap yang dimaksud. Tribunnews/Jeprima 

"Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Tidak mungkin ada kemakmuran," ucap Prabowo.

"Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran pada rakyat," tegas dia.

Prabowo pun mengingatkan, hal itu berlaku untuk semua tingkatan pemimpin, termasuk dirinya sendiri.

"Ini berlaku untuk setiap tingkat. Karena itu, saya yang dipilih oleh rakyat, saya disumpah oleh rakyat, saya diberi mandat oleh rakyat," kata Prabowo.

"Saya harus menjaga UUD dan menjalankan UU, saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya."

"Dan ini kewajiban semua bupati-bupati, wali kota-wali kota, camat-camat, kepala desa-kepala desa, dan lurah-lurah," pungkasnya.

Noel Minta Maaf pada Prabowo

Saat ditetapkan menjadi tersangka pada Jumat (22/8/2025), Immanuel Ebenezer alias Noel sempat menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga meminta maaf kepada anak dan istrinya, serta rakyat Indonesia.

"Saya ingin sekali pertama saya meminta maaf kepada Presiden, Pak Prabowo. Kedua, saya minta maaf kepada anak dan istri saya. Tiga, saya minta maaf terhadap rakyat Indonesia," kata dia, Jumat.

Lebih lanjut, Noel menegaskan dirinya tidak pernah terlibat kasus pemerasan.

Ia juga membantah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK pada Kamis (21/8/2025) dini hari.

Atas hal itu, ia meminta awak media untuk tidak membuat narasi yang bisa menjelekkan namanya.

Meski demikian, Noel tak menjelaskan kasus apa yang menjeratnya.

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak di-OTT. Pertama itu. Kedua, kasus saya bukan kasus pemerasan, agar narasi di luar tidak menjadi narasi yang kotor memberatkan saya," jelas Noel.

Dalam kasus ini, peran Noel adalah mengetahui, membiarkan, dan meminta "jatah" kepada Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022-2025.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan