Demo di Jakarta
Komisi III DPR Desak Polri Usut Tuntas Oknum Brimob yang Lindas Driver Ojol dengan Kendaraan Rantis
Anggota DPR RI dari Komisi III Abdullah mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kematian driver ojol yang tewas terlindas kendaraan Brimob.
Penulis:
David AdiAdi
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM – Insiden tewasnya seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Korps Brimob Polri menjadi sorotan banyak pihak.
Salah satu anggota dari Komisi III DPR RI, Abdullah pun turut prihatin terhadap insiden tersebut.
Ia pun meminta Polri untuk mengusut tuntas kasus tewasnya driver ojol karena terlindas kendaraan rantis Brimob secara profesional dan transparan
"Anggota polisi yang menabrak dan melindas almarhum Affan harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan agar keluarga korban mendapat keadilan,” ujar Politisi Fraksi PKB ini pada Jumat (29/8/2025).
Ia juga mengingatkan kepolisian agar mengedepankan pendekatan humanis dalam mengamankan aksi demonstrasi.
Menurutnya, tindakan represif hanya akan memperburuk suasana dan melukai kepercayaan publik.
“Polisi harus melakukan pengamanan demo secara humanis dan tidak menggunakan kekerasan terhadap peserta aksi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Baca juga: Mengenal Fungsi dan Tugas Korps Brimob Polri yang Sedang Jadi Sorotan Masyarakat
Abdullah juga mengimbau masyarakat yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
Ia meminta peserta aksi tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.
“Demonstrasi adalah hak konstitusional, tapi harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan sampai merugikan masyarakat luas,” sambungnya.
Kasus Brimob Lindas Driver Ojol
Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan menjadi korban tabrakan yang dilakukan oleh Personel Satuan Brimob.
Affan Kurniawan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis (28/8/2025).
Menurut keterangan saksi mata, Abdul (29), korban saat itu sedang mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Bendungan Hilir.
Akibat kemacetan pasca-kericuhan, ia terhenti di sekitar Pejompongan dan kemudian tertabrak oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Abdul menggambarkan kendaraan tersebut melaju tak terkendali.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.