Minggu, 31 Agustus 2025

Memperkuat Jejaring Mahasiswa, APERTI BUMN Bangun Koneksi Antarperguruan Tinggi

Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) meluncurkan program kuliah bersama dan joint research di antara sesama anggota APERTI BUMN.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Dokumentasi/Aperti BUMN
JEJARING MAHASISWA - Ketua APERTI BUMN, Prof. Iwa Garniwa. Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) meluncurkan program kuliah bersama dan joint research di antara sesama anggota APERTI BUMN. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN) meluncurkan program kuliah bersama dan joint research di antara sesama anggota APERTI BUMN.

Program ini memberi kesempatan mahasiswa menempuh perkuliahan di kampus lain dan riset bersama dalam jejaring APERTI BUMN.

Setidaknya, ada enam Perguruan Tinggi BUMN ini, yakni Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI), Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Universitas Pertamina (UPER), Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Institut Teknologi PLN (ITPLN) serta Telkom University (Tel-U).

Program kuliah bersama dan joint research ini akan dimulai pada semester baru mendatang.

Sehingga, mahasiswa dari ke-enam kampus ini dapat mengikuti mata kuliah bersama yang ditawarkan secara online, hybrid, bahkan tatap muka, tergantung lokasi kampus masing-masing.

"Tahap awal, hanya dua rumpun mata kuliah yang diluncurkan, yaitu kewirausahaan dan mata kuliah yang berwawasan lingkungan," ujar Ketua APERTI BUMN, Prof. Iwa Garniwa melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Meski terbatas, Iwa mengatakan inisiatif ini diyakini mampu memperluas jejaring pertemanan, memperkaya budaya belajar lintas kampus, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa menuju dunia kerja.

Dia memastikan, inisiatif ini bukan sekadar akademik, tetapi juga investasi sosial.

"Kami ingin mahasiswa terbiasa berkolaborasi lintas institusi sejak di bangku kuliah. Jejaring ini kelak menjadi modal penting mereka saat masuk ke dunia profesional," kata Iwa.

Dalam program kuliah bersama, Universitas Pertamina (UPER) misalnya, menawarkan mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan.

Lewat perkuliahan ini, mahasiswa diperkenalkan pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB, dari isu kemiskinan, energi bersih, hingga tata kelola pemerintahan.

Di akhir sesi, mereka ditantang membuat video pendek bertema SDGs yang aplikatif.

Sedangkan di Institut Teknologi PLN (ITPLN), tersedia mata kuliah Transisi Energi dan Lingkungan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sesuai mandat UU No. 32/2009.

"Kuliah ini melatih calon insinyur untuk berpikir teknis sekaligus bertanggung jawab terhadap dampak ekologis dari setiap proyek,” kata Iwa yang juga Rektor ITPLN.

Di lokasi yang sama, Direktur Eksekutif APERTI BUMN, Nadia Paramita menambahkan, pihaknya akan segera menggelar sosialisasi masif kepada mahasiswa agar program ini cepat terserap.

"Mahasiswa nantinya akan mengisi form pendaftaran melalui sistem yang terkoneksi dengan UPER. Penilaian tetap dilakukan oleh dosen dari kampus penyelenggara, dan peserta akan mendapat sertifikat resmi,” ucap Nadia.

Dalam program kuliah bersama ini, ungkap Nadia, mata kuliah yang diambil mahasiswa dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) setara di kampus asal. 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan