Reshuffle Kabinet
Prabowo Reshuffle Sri Mulyani, Celios Singgung Adanya Kejenuhan hingga Penurunan Inovasi
Celios menilai reshuffle yang membuat Sri Mulyani Indrawati dilepas dari jabatan Menteri Keuangan tidak lepas dari kondisi psikologis dan politik.
Sri Mulyani dianggap mampu memperbaiki sistem perpajakan Indonesia lewat program pengampunan pajak (tax amnesty) yang mana realisasi pembayaran tebusannya jauh melebihi proyeksi Bank Indonesia.
Dia juga menjadi sorotan karena berhasil menagihkan pajak perusahaan raksasa Google dan Facebook.
Pada tanggal 23 Oktober 2019, Sri Mulyani kembali dilantik dan dipercaya untuk membantu Jokowi sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Jabatan ini adalah jabatan Menteri Keuangan keempat kalinya bagi Sri Mulyani pada kabinet yang berbeda.
Rumah Dijarah Massa
Belum lama ini, Sri Mulyani menjadi korban penjarahan.
Pada Minggu dini hari, 31 Agustus 2025, rumah Sri Mulyani di kawasan Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, menjadi korban penjarahan. saat terjadi aksi unjuk rasa.
Sejumlah barang berharga dibawa kabur para pelaku yang didominasi remaja.
Menurut Sri Mulyani, sepekan terakhir di bulan Agustus itu menjadi Minggu kelabu.
Bukan hanya Affan, aksi unjuk rasa yang terjadi di beberapa daerah juga menelan korban jiwa seperti di Makassar, tiga ASN DPRD Makassar meninggal dunia yakni Sarinawati, Syaiful Akbar dan Muhammad Akbar Basri.
"Minggu kelabu akhir Agustus itu, ada korban yang jauh lebih berharga dibanding sekedar lukisan saya, yaitu korban jiwa manusia yang melayang yang tak akan tergantikan," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, Rabu (3/9/2025).
"Affan Kurniawan, Muhammad Akbar Basri, Sarinawati, Syaiful Akbar, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, Sumari. Menimbulkan duka pedih yang mendalam bagi keluarga. Tragedi kelam Indonesia," tegasnya.
Kegiatan Terakhir sebagai Menkeu
Dikutip dari akun Instagram pribadinya, Sri Mulyani diundang menghadiri rapat terbatas oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis (4/9/2025).
Sri Mulyani menyebut rapat itu membahas kondisi terkini, dan mendapat laporan beberapa Menteri bidang Ekonomi Pangan dan Sosial , serta Gubernur Bank Indonesia tentang situasi perekonomian dan kondisi sosial terkini.
"Presiden meminta perbaikan fasilitas umum yang telah dirusak dalam aksi seminggu lalu segera diperbaiki. Program Prioritas yang memberikan manfaat rakyat langsung seperti Sekolah Rakyat, Program Ketahanan Pangan dan Energi harus berjalan efektif. Agar rakyat merasakan manfaat langsung," tulisnya.
Sri Mulyani juga mengatakan Presiden menjelaskan konstelasi persaingan global yang begitu dinamis yang harus diwaspadai, dan menekankan transformasi Indonesia dan membangun Indonesia sesuai konstitusi adalah tugas utama Presiden dan seluruh kabinet.
"Proses akan sulit dan panjang. Namun kita harus konsisten; memperbaiki kondisi rakyat terutama yang paling miskin, membangun pemerintah yang bersih dan efisien, memberantas korupsi dan penyelewengan," tambahnya.
(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Rifqah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sri-Mulyani-Menkeu.jpg)