Selasa, 9 Juni 2026

Rektor Unhan: Politisi Jangan Cuma Urus Kursi, Pahami Juga Pertahanan

Rektor Unhan sentil politisi: jangan cuma rebut kursi, pahami juga pertahanan. Apa yang sebenarnya ia kritik dan siapa yang disasar?

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/Handout
buat lebih rapi: REKTOR UNHAN – Rektor Universitas Pertahanan (UNHAN) RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., di Kampus Utama UNHAN, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). Ia menyampaikan pentingnya pemahaman pertahanan oleh politisi dan capaian akademik cumlaude mahasiswa Unhan, Sekjen PKB M. Hasanuddin Wahid. 

Ringkasan Utama

Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) menyoroti minimnya pemahaman politisi terhadap isu pertahanan nasional. Ia mengingatkan bahwa jabatan politik bukan sekadar soal kursi, melainkan tanggung jawab strategis terhadap keamanan negara.

  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI), Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., menyoroti pentingnya pemahaman isu pertahanan oleh kalangan politisi. 

Dalam kesempatan tersebut, Anton menyampaikan apresiasi terhadap capaian Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M Hasanuddin Wahid, yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. 

Predikat tersebut masuk kategori magna cum laude.

Hal ini disampaikan dalam acara wisuda program doktoral Ilmu Pertahanan di Kampus Utama UNHAN, Bogor, Kamis (18/9/2025).

“Untuk Pak Hasanuddin Wahid, beliau luar biasa bisa menjadi yang terbaik dalam wisuda ini. Harapan saya semoga beliau bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu di pertahanan ini, dan mudah-mudahan bisa mendukung karier beliau di luar,” ujar Anton Nugroho kepada awak media.

Namun lebih dari sekadar capaian akademik, Anton menekankan bahwa lulusan UNHAN harus adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu berkontribusi dalam isu strategis nasional.

Ia mendorong agar keberhasilan Hasanuddin menjadi pemicu bagi politisi lain untuk turut memahami sistem pertahanan negara.

“Mudah-mudahan prestasi Hasanuddin bisa menjadi contoh bagi politisi lain untuk mau mengetahui bagaimana pertahanan itu, karena itu tanggung jawab kita semua. Sistem pertahanan semesta itu masyarakat perlu tahu. Dalam UUD 1945 sudah jelas, kita semua wajib membela negara,” tegasnya.

Baca juga: Tok! DPR-Pemerintah Sepakati 52 RUU Masuk Prolegnas Prioritas 2025, Perampasan Aset Tidak Masuk?

Hasanuddin Wahid, yang akrab disapa Cak Udin, menyampaikan rasa syukur atas kelulusannya.

Ia mengakui bahwa mendalami ilmu pertahanan bukan hal mudah, terutama bagi dirinya yang berasal dari tradisi santri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan S3 ini dengan baik. Mempelajari ilmu pertahanan bagi seorang santri tentu bukan hal yang sederhana, tapi dengan kesungguhan, Allah memberikan jalan hingga saya bisa meraih hasil terbaik,” tutur Cak Udin.

Keberhasilan Hasanuddin menambah deretan tokoh sipil yang menempuh pendidikan strategis di UNHAN. 

Fenomena ini mencerminkan perluasan partisipasi sipil dalam ranah pertahanan, sekaligus memperkuat gagasan bahwa keamanan nasional bukan hanya tanggung jawab militer, melainkan seluruh elemen bangsa.

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved