Jumat, 17 April 2026

Indonesia Disebut Bisa Usulkan SBY jadi Sekjen PBB, Apa Saja Syaratnya?

Prabowo tersebut menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mendukung peran PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia

Penulis: Erik S
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS/Lendy Ramadhan
JADI SEKJEN PBB - Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan melakukan sesi foto usai diskusi mengenai dinamika politik era Prabowo di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Syahganda Nainggolan, mengusulkan agar Indonesia mengusulkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pengganti António Guterres menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode mendatang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang mendukung PBB dalam membangun persaudaraan global, mengentaskan kemiskinan, dan pembebasan Palestina dari Israel.

Pidato tersebut disampaikan Prabowo  depan para pemimpin dunia di Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/25).

Momentum penting ini bisa menjadi kesempatan untuk Indonesia berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, mengusulkan agar Indonesia mengusulkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pengganti António Guterres menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode mendatang. 

"Indonesia bisa mengusulkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Sekjen PBB." Jelas Syahganda dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025).

Baca juga: Sekjen PDIP Puji Pidato Prabowo Soal Kemerdekaan Palestina di PBB: Senafas Perjuangan Bung Karno

Menurut Syahganda, pidato Presiden Prabowo Subianto menunjukan pentingnya PBB di suasana dunia yang penuh konflik.

"Prabowo tersebut menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mendukung peran PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia," katanya. 

Syahganda juga menilai bahwa kehadiran Prabowo sebagai salah satu pemimpin dunia yang progresif akan sangat terbantu jika organisasi PBB dipimpin oleh Indonesia, khususnya SBY.  

"SBY presiden ke-6 RI dapat diusulkan menjadi pengganti António Guterres yang akan selesai masa tugasnya dalam waktu dekat," kata dia. 

Syahganda menambahkan bahwa tanda-tanda revitalisasi semangat multilateralisme mulai terlihat dalam forum PBB, di mana negara-negara besar menunjukkan solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Palestina.  

"Tanda-tanda revitalisasi semangat multilateralisme mulai terlihat dalam forum PBB, di mana negara-negara besar menunjukkan solidaritas global terhadap penderitaan rakyat Palestina. Beberapa negara besar seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Prancis telah menunjukkan pengakuan terhadap negara Palestina, yang sesuai dengan semangat global kemanusiaan yang anti-penjajahan," katanya.

 

Menurut Syahganda, peran PBB akan menjadi sentral kembali di masa depan, meskipun tanpa Amerika Serikat. Ia berharap bahwa Indonesia dapat memainkan peran penting dalam PBB.

"Usulan SBY sebagai Sekjen PBB karena pengalaman dan kepemimpinannya yang luas akan membuat PBB menjadi sentral kembali," kata Syahganda.

Dengan demikian, usulan ini diharapkan dapat meningkatkan peran Indonesia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved