Minggu, 26 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Siswa Keracunan MBG Terus Bertambah, Ini Solusi dari Pemerintah Pusat

Pemerintah pusat menanggapi maraknya siswa yang keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG yang diberikan di sekolah.

Penulis: Hasanudin Aco
rahmat kurniawan/tribun jabar
GELOMBANG 2 KERACUNAN - Kondisi siswa yang mengalami keracunan MBG saat dirawat di GOR Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Rabu 24 September 2025./Rahmat Kurniawan 

Poin penting pada tulisan ini:

  • Solusi yang ditawarkan pemerintah pusat atas maraknya siswa yang keracunan MBG
  • Data terkini dari keracunan MBG
  • Tujuan awal Program MBG dan kendala yang dihadapi pemerintah
  • Ciri-ciri mengetahui makanan yang sudah basi agar tidak keracunan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pemerintah pusat menanggapi maraknya siswa yang keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG yang diberikan di sekolah.

Siswa yang keracunan MBG mencapai ribuan orang, terbanyak di Jawa Barat.

Sejumlah kalangan mendesak agar program MBG dihentikan sementara.

Mengenai hal itu,  Wakil Menteri Sekretaris Negara  Juri Ardiantoro mengatakan pemerintah mendengar masukan tersebut namun pihaknya tidak bisa menghentikan program MBG secara total.

"Memang beberapa aspirasi dari beberapa kalangan yang minta ada evaluasi total, ada pemberhentian sementara ada juga, sambil jalan kita perbaiki tapi tidak perlu menghentikan secara total," ucapnya, Rabu (24/9/2025) dikutip dari Kompas.TV.

Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Koalisi Masyarakat Sipil termasuk yang mendesak pemerintah menghentikan sementara program  MBG.

Juri Ardiantoro mengatakan hingga saat ini pemerintah masih melanjutkan program MBG sembari melakukan evaluasi dan bergerak cepat mengatasi masalah terkait MBG.

“Masalah-masalah yang terjadi segera akan diatasi, dievaluasi cari jalan keluar," tuturnya.

Ia melanjutkan Presiden Prabowo Subianto juga sudah memberikan arahan kepada Badan Gizi Nasional atau BGN agar mitigasi risiko diperketat sehingga tidak terjadi masalah baru.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menegaskan belum ada rencana pemerintah untuk menghentikan MBG.

“Tidak ada rencana penyetopan, saya belum mendengar. Tapi nanti tanya saja, tidak ada," ujarnya kemarin.

Terkait kasus keracunan MBG,  Muhaimin mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan melakukan evaluasi.

“Yang pertama, tentu semua jenis kejadian harus dijadikan bahan evaluasi. Yang kena keracunan, yang sistemnya lamban, berbagai hal, harus dijadikan pembenahan,” kata Ketua Umum PKB tersebut.

“Tentu saya minta pada BGN untuk benar-benar menuntaskan problem-problem yang nyata-nyata ada,” ucapnya.

Data Keracunan MBG

Keracunan massal MBG terjadi di dua wilayah di Jawa Barat dalam waktu dua hari saja yakni di Kabupaten Bandung Barat pada Senin (22/9/2025) dan terbaru di Kabupaten Sukabumi pada Rabu (24/9/2025).

Total 1.040 siswa keracunan di dua wilayah tersebut.

Pada Senin (22/9/2025) lalu, Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari menyampaikan data siswa yang keracunan MBG menurut data BGN, Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“(Data) dari Kemenkes, 60 kasus dengan 5.207 penderita, data 16 September. Kemudian BPOM, 55 kasus dengan 5.320 penderita, data per 10 September 2025,” ujar Qodari.

Qodari menjelaskan Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi yang paling banyak terjadi kasus keracunan MBG.

“Puncak kejadian tertinggi pada bulan Agustus 2025 dengan sebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat,” ucap dia.

Dia membeberkan empat indikator terjadinya keracunan MBG, yakni higienitas makanan, suhu makanan dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang dari petugas, dan ada indikasi sebagian disebabkan alergi pada penerima manfaat.

Mengenai MBG

MBG adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berjalan sejak 6 Januari 2025, dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Tujuan awalnya menyediakan makanan bergizi gratis untuk anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan target penerima  82,9 juta orang.

Program ini pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.

Program ini untuk memenuhi janji kampanye Prabowo Subianto saat mencalonkan presiden RI di Pilpres 2024 lalu.

MENU MBG IKAN HIU - Menu MBG yang disajikan SDN 12 Benua Kayong, Ketapang yang membuat sejumlah siswa keracunan. Ada ikan hiu filet saus tomat, tahu goreng, oseng kol dan wortel, serta buah melon
MENU MBG IKAN HIU - Menu MBG yang disajikan SDN 12 Benua Kayong, Ketapang yang membuat sejumlah siswa keracunan. Ada ikan hiu filet saus tomat, tahu goreng, oseng kol dan wortel, serta buah melon (ist)

Ciri-ciri makanan basi dan berpotensi bikin keracunan

Bberikut ciri-ciri makanan yang sudah basi, seperti dilansir dari laman WebMD:

1. Berjamur

Jamur adalah salah satu indikator paling jelas bahwa makanan telah basi.

Namun tidak semua makanan berjamur itu basi, seperti tempe dan oncom, karena jamur yang melekat merupakan bagian dari proses fermentasi.

Adapun jamur tumbuh subur di lingkungan yang lembap, dan di mana ada jamur, seringkali terdapat bakteri juga.

2. Zat terpisah

Pada banyak produk olahan susu seperti yoghurt, keju cottage, krim asam, dapat mengalami pemisahan zat pada permukaan wadah.

Sejatinya selama tidak ada jamur dan berbau normal, makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.

Namun apabila terjadi pemizahan zat disertai dengan bau tidak sedap, sebaiknya dibuang.

3. Berubah Warna

Perubahan warna pada suatu makanan juga merupakan ciri-ciri makanan yang sudah basi dan tidak aman dikonsumsi.

Perubahan warna yang dimaksud perubahan menjadi lebih gelap, kecoklatan, keabu-abuan, atau munculnya bintik-bintik hitam bisa menjadi tanda adanya jamur atau pembusukan.

4. Bau tidak sedap

Adanya bau menyengat atau tidak sedap, juga merupakan tanda makanan sudah basi.

Contohnya adalah sejumlah makanan yang basi berbau asam, salah satunya nasi.

5. Tekstur berlendir

Makanan yang sudah basi sering kali berlendir dan lengket.

Maka dari itu, jauhi makanan yang sudah berlendir karena dapat berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Sumber: Tribunnews.com/Kompas.TV/Kompas.com

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved