Kamis, 16 April 2026

BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust di Selatan Pulau Jawa: Ini Nyata, Warga Harus Siaga

BMKG mengatakan gempa dan tsunami sudah sering terjadi di selatan pulau Jawa, untuk itu warga harus siaga adanya ancaman Megathrust

Tribunnews/JEPRIMA
POTENSI MEGATHRUST - Menikmati keindahan pantai Soge yang berada di pesisir Pacitan, Jawa Timur, Rabu (30/5/2018). Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan ancaman bencana gempabumi, tsunami hingga megathrust yang kapan saja bisa terjadi di selatan pulau Jawa.

Istilah "megathrust" sendiri berasal dari "mega" yang berarti besar dan "thrust" yang berarti patahan naik.

Megathrust merujuk pada potensi gempa berskala besar yang dihasilkan dari pergerakan lempeng bumi.

Oleh sebab itu, perlunya kesadaran masyarakat untuk siaga dan tangguh menghadapi ancaman bencana.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam sambutannya di acara Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (23/9/2025).

“Sepanjang sepuluh tahun terakhir, wilayah DIY dan sekitarnya tercatat mengalami lebih dari seratus gempa bumi dengan magnitudo di atas lima, termasuk beberapa kejadian yang merusak."

"Data ini menjadi pengingat bahwa risiko gempa dan tsunami nyata adanya, sehingga kesiapsiagaan adalah keharusan,” ujar Dwikorita, dilansir bmkg.go.id.

Dwikorita mengungkapkan aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa cukup tinggi.

Pihaknya pun menuntut peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam memahami tanda bahaya serta peringatan dini.

“Implementasi 12 indikator Tsunami Ready menjadi langkah penting menuju cita-cita zero victim," ucap Dwikorita.

Melalui program ini, Dwikorita ingin masyarakat terus melanjutkan "Tsunami Ready Community " yang sebelumnya telah mendapat pengakuan UNESCO di enam desa DIY, termasuk Desa Glagah, Kulon Progo, pada 2022.

Baca juga: DPN Kumpulkan BMKG Hingga BNPB Simulasikan Tanggap Darurat Antisipasi Potensi Megathrust dan Tsunami

Dengan mawasnya pengetahuan, menunjukkan masyarakat pesisir selatan siaga.

Sehingga, wisatawan merasa lebih aman untuk berpetualang di wilayah Jawa Selatan, khususnya Kulon Progo.

"Hal ini juga akan meningkatkan kepercayaan wisatawan maupun investor di Kulon Progo yang menjadi pintu gerbang wisata melalui Bandara Internasional YIA,” tegas Dwikora.

Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, Ardhianto, melaporkan kegiatan ini diikuti 55 peserta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved