Selasa, 9 Juni 2026

BMKG Kembali Ingatkan Potensi Megathrust di Selatan Pulau Jawa: Ini Nyata, Warga Harus Siaga

BMKG mengatakan gempa dan tsunami sudah sering terjadi di selatan pulau Jawa, untuk itu warga harus siaga adanya ancaman Megathrust

Tayang:
Tribunnews/JEPRIMA
POTENSI MEGATHRUST - Menikmati keindahan pantai Soge yang berada di pesisir Pacitan, Jawa Timur, Rabu (30/5/2018). Tribunnews/Jeprima 

Para peserta terdiri atas jajaran pemerintah daerah, BPBD, aparat TNI/Polri, sekolah, SKPD terkait, perwakilan Bandara YIA, PLN, hingga masyarakat pesisir.

“SLG telah kita laksanakan di DIY selama lebih dari 10 tahun dengan berbagai capaian, termasuk terbentuknya desa-desa Tsunami Ready."

"Melalui kegiatan di Kulon Progo ini, kami berharap lahir para champion yang akan menularkan semangat kesiapsiagaan, baik dari tingkat keluarga hingga komunitas,” jelas Ardhianto.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ahmad Ambar Purwoko, juga berharap masyarakat tak hanya memahami sikap siaga tapi juga harus mengamalkannya menjaga wilayah Kulon Progo tetap aman terkendali.

“Kegiatan sekolah lapang ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bagi keselamatan masyarakat. Kulon Progo patut bersyukur karena Desa Glagah telah diakui UNESCO sebagai masyarakat siaga tsunami. "

"Ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini jangan hanya disimpan, tapi harus diamalkan demi kepentingan bersama,” ungka Ahmad.

Megathrust Sudah 267 Tahun Belum Terlepas

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024), Dwikorita juga pernah menyampaikan prakiraannya ini kepada para anggota DPR.

Ia juga mengungkapkan ancaman Megathrust patut diwaspadai karena sudah 267 tahun belum terlepaskan.

Kendati demikian, ia tidak bisa memprediksikan kapan akan terjadinya Megathrust di wilayah Indonesia bagian selatan ini.

"Bismillah, semoga tidak terjadi. Kami tidak bisa memprediksi, namun mewaspadai seismik gap ada dua panah besar, ini yang benar-benar kami bersiaga seismik gap, ini adalah energi megathrust yang belum dilepaskan, dan kita tidak tahu akan lepas namun sudah 267 tahun belum terlepas," kata Dwikorita.

Dia mengatakan, semakin lama energi gempa ini tersimpan, maka potensi dampaknya semakin besar ketika dilepaskan. 

“Nah, di Jepang yang baru saja terjadi itu 78 tahun kemudian terlepas, di tempat yang lain, di Oki Jepang 176 tahun terlepas, di Aceh tsunami Banda Aceh itu gambaran megathrust itu terlepas setelah energinya 97 tahun," ujar Dwikorita.

Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust.

BMKG kini telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait, di antaranya Keenterian PUPR, BNPB, BRIN, dan BPBD, untuk memastikan langkah mitigasi bencana berjalan dengan baik.  

"Sehingga sudah sepatutnya kita semua bersiaga semoga tidak terjadi, kami sudah berkoordinasi dengan PUPR dengan BNPB dengan BRIN, BPPD, mohon doanya tidak akan terjadi," tandas Dwikorita.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Chaerul Umam)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved