Selasa, 28 April 2026

Wawancara Eksklusif

VIDEO WAWANCARA EKSKLUSIF Politisi Senior PPP: Minta Maaf, Mardiono Sudah Gagal

“Minta maaf, Pak Mardiono menurut saya sudah gagal membawa PPP ke Senayan. Mesti ada pembaruan,” ujar Tamliha saat wawancara eksklusif

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syaifullah Tamliha melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono sekaligus mendorong hadirnya figur baru untuk menyelamatkan partai berlambang Ka’bah.

Menurut Tamliha, PPP membutuhkan pemimpin yang segar agar bisa bangkit kembali dan mendapatkan kepercayaan publik, setelah gagal melenggang ke Senayan pada Pemilu 2024.

“Minta maaf, Pak Mardiono menurut saya sudah gagal membawa PPP ke Senayan. Mesti ada pembaruan,” tegas Tamliha saat wawancara eksklusif di Studio Tribunnews, Jakarta, pada Selasa (22/9/2025). 

Baca juga: Syaifullah Tamliha: Banyak Kader PPP Pindah ke Partai Lain Jika Mardiono Kembali Jadi Ketua Umum

Tamliha menilai Mardiono bertanggung jawab atas kegagalan PPP menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.

Karena itu ia menilai, jika Mardiono kembali terpilih memimpin PPP lewat muktamar akhir September nanti, risikonya fatal. 

“Kalau tetap Pak Mardiono jadi ketua umum, akan banyak kader yang pindah partai, terutama di lumbung-lumbung suara PPP,” tegas Tamliha.

JELANG MUKTAMAR PPP - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha saat diwawancarai secara khusus di Studio Tribun Network, Jakarta, Selasa (23/9/2025). Syaifullah Tamliha berbicara mengenai sejarah berdirinya partai berlambang Ka'bah ini dan menyoroti dinamika yang terjadi menjelang Muktamar yang kesepuluh. Ada dua nama yang muncul sebagai calon ketua umum, yaitu Agus Suparmanto dan Muhamad Mardiono. TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE
JELANG MUKTAMAR PPP - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha saat diwawancarai secara khusus di Studio Tribun Network, Jakarta, Selasa (23/9/2025). Syaifullah Tamliha berbicara mengenai sejarah berdirinya partai berlambang Ka'bah ini dan menyoroti dinamika yang terjadi menjelang Muktamar yang kesepuluh. Ada dua nama yang muncul sebagai calon ketua umum, yaitu Agus Suparmanto dan Muhamad Mardiono. TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE (TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE)

Ia mengingatkan, sejarah membuktikan partai yang sudah keluar dari parlemen sangat sulit kembali, seperti dialami Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hanura. Karena itu, menurut Tamliha, pembaruan kepemimpinan di PPP menjadi mutlak.

"Yang kita hadapi ini adalah pemilih milenial. Perlu adanya ketua umum yang bersih. Yang memahami aspirasi umat Islam dan betul-betul berjuang, beribadah untuk partai. Bukan mencari yang lain. Misalnya, mau jadi cawe-cawe memungut calon Pilkada, atau motif lain," ujarnya.

Baca juga: VIDEO EKSKLUSIF Asal Bukan Mardiono dan Harapan Ulama: Kontestasi Ketua Umum PPP di Muktamar 2025

Caketum PPP: Agus Suparmanto Muncul sebagai Penantang Kuat

Menjelang Muktamar PPP pada 27–29 September 2025 di Jakarta, nama mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mencuat sebagai sosok yang dinilai mampu membawa harapan baru bagi PPP..

Agus Suparmanto disebut-sebut akan menjadi penantang kuat Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono.

Sejumlah deklarasi dukungan terhadap keduanya sudah bermunculan dalam sepekan terakhir, menandai kontestasi yang bakal berlangsung ketat.

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF Romahurmuziy: Teman Lama Prabowo Penantang Serius Mardiono di Muktamar PPP

Tamliha menyebut Agus Suparmanto hadir sebagai figur bersih, segar, dan memiliki kapasitas untuk mengembalikan PPP ke jalur perjuangan partai. 

"Saatnya lah kalau PPP ingin, saatnya bagi PPP untuk mengkoreksi diri. Kita sudah pernah punya pengalaman, ada yang gagal membawa ke Senayan. Masa kita masih memilihnya pas muktamar, itu akan menentukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai Mardiono justru telah mengikis prinsip perjuangan partai, seperti persamaan, keadilan, dan kebersamaan.

"Ya plt ketua umum, dia bertanggung jawab saya sudah jelaskan kan, 'tiap-tiap kamu adalah pemimpin, kelak di kemudian hari kamu akan bertanggung jawab atas kepimpinanmu'. Hadis saja sudah (bilang) begitu, berarti kan pemimpin yang salah," jelas Tamliha.

Saksikan wawancara lengkapnya di kanal YouTube Tribunnews.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved