Sabtu, 2 Mei 2026

Update Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny: 86 Orang Diselamatkan, 1 Tewas

Total ada 87 orang korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025)

Tayang:
Tribun Jatim/M Taufik
MUSHALA AMBRUK Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo masih berusaha melakukan evakuasi di area bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang roboh, Senin (29/9/2025) sore. Sementara dari dalam reruntuhan, terdengar suara beberapa orang meminta tolong yang diduga santri. 

Pemeriksaan meliputi skrining fisik hingga mendalam kepada para korban.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSI Siti Hajar, dr. Andiani mengatakan, para korban ditempatkan sesuai tingkat keparahan. 

"Untuk data kami pisah tempatnya dan bagi beberapa klasifikasi, zona kuning dan merah ada satu pasien masing-masing. Sementara, zona hitam atau meninggal dunia satu pasien," terang Andiani.

Adapun pasien dengan kondisi ringan yang masuk zona hijau sebanyak 19 orang sudah diperbolehkan pulang. 

Saat ini ada delapan pasien yang harus dialihkan ke ruang perawatan maupun tetap dirawat intensif di IGD. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan lebih lanjut bisa berjalan optimal.

Bangunan Belum Selesai

Pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH R Abdus Salam Mujib, angkat bicara soal peristiwa ambruknya bangunan tiga lantai di pondoknya. 

Ia mengatakan pembangunan bangunan itu belum selesai meski sudah berjalan sekira sembilan hingga sepuluh bulan. 

Bagian bawah bangunan difungsikan untuk mushola dan lantai atas bakal difungsikan untuk hall atau pusat kegiatan santri.

"Masih pengerjaan. Ini sedang pengerjaan lantai terakhir. Pagi tadi dilakukan pengecoran di lantai atas," ujar Kiai Salam sapaannya pada awak media di lokasi, Senin.

Saat bangunan tiga lantai itu ambruk, disebutnya ada sejumlah santri sedang jemaah salat Ashar. 

Akibat peristiwa itu, pihak pondok memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh kegiatan pesantren hingga kondisi benar-benar aman.

"Kami anggap ini sebagai takdir dari Allah. Kami minta semua wali santri dan santri bersabar menunggu proses evakuasi."

"Semoga diberi ganti oleh Allah yang lebih baik, diberi pahala yang tak bisa diutarakan," pungkasnya.

Pengakuan Korban

Salah satu santri Ponpes Al Khoziny, Rizki Ramadhan (19) menyampaikan detik-detik peristiwa ini terjadi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved