Senin, 13 April 2026

Update Tragedi Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny: 86 Orang Diselamatkan, 1 Tewas

Total ada 87 orang korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025)

Tribun Jatim/M Taufik
MUSHALA AMBRUK Sejumlah petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo masih berusaha melakukan evakuasi di area bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, yang roboh, Senin (29/9/2025) sore. Sementara dari dalam reruntuhan, terdengar suara beberapa orang meminta tolong yang diduga santri. 

TRIBUNNEWS.COM - Update jumlah korban ambruknya Gedung Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) sore.

Hingga Senin dini hari pukul 23.30 WIB, total ada 87 orang korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan ponpes tersebut.

Sebanyak 86 orang dikabarkan selamat meski mengalami luka ringan, sedang dan berat.

Sementara satu di antaranya dikabarkan meninggal dunia di tempat akibat terkena runtuhan bangunan.

Adapun korban meninggal dunia atas nama Ahmad Maulana Alfian Ibrahim, berusia 13 tahun, berdomisili di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya. 

Jenazah korban meninggal dunia saat ini masih berada di RSI Siti Hajar.

Sementara santri yang luka-luka menjalani perawatan di tiga rumah sakit (RS) berbeda wilayah Kabupaten Sidoarjo

Sebanyak 38 orang korban luka di RSUD Sidoarjo, empat korban luka di RS Delta Surya dan sebanyak 45 orang korban luka di RSI Siti Hajar.

Sampai saat ini, tim gabungan bersama Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban yang dimungkinkan masih terjebak di balik reruntuhan bangunan. 

"Kami tetap fokus pada Evakuasi. Evakuasi dan korban-korban itu menjadi hal yang utama karena kita harus mengutamakan pada sisi Kemanusiaan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast di Lobby Gedung Bidang Humas Polda Jatim, pada Senin (30/9/2025) dilansir TribunJatim.com.

Pihaknya bersama tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim juga telah mendirikan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di dekat lokasi kejadian ambruknya bangunan ponpes tersebut.

Baca juga: Santri Cerita Detik-detik Ambruknya Musala Ponpes di Sidoarjo yang Menelan 1 Korban Jiwa

"Sudah langsung mulai malam ini juga ada Posko, nanti tentu akan melakukan identifikasi bilamana diperlukan terhadap korban-korban baik mengumpulkan data-data antemortem maupun postmortem," jelas Kompol Jules.

Di lokasi RSI Siti Hajar, sejumlah wali santri telah berdatangan memadati rumah sakit sejak Senin malam guna mendatangi keluarganya yang menjadi korban ambruknya bangunan ponpes.

Sebab, RS itu menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama dalam penanganan korban insiden runtuhnya bangunan lima lantai pondok pesantren di Buduran, Sidoarjo itu.

Berdasar data Senin pukul 20.30 WIB, tercatat sebanyak 44 pasien telah ditangani.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved