Bara JP Pastikan Jokowi dan Abu Bakar Ba'asyir Bertemu Mendadak: Tidak Direncanakan
Bara JP memastikan bahwa pertemuan antara Jokowi dengan ulama senior Abu Bakar Ba'asyir terjadi secara mendadak.
"Saya hanya menasihati. Orang Islam itu wajib menasihati rakyat, pemimpin, dan orang kafir harus dinasihati," kata Abu Bakar Baasyir, dikutip dari TribunSolo.com.
Baasyir menilai Jokowi merupakan sosok yang berpengaruh.
"Nah, Pak Jokowi ini orang yang kuat. Jadi mudah-mudahan jadi pembela Islam yang kuat. Itu saja nanti ya," jelasnya.
Ia menjelaskan salah satu nasihat yang diberikan kepada Jokowi adalah untuk menerapkan hukum Islam di Indonesia.
"Nasihatnya supaya kembali mengamalkan hukum Islam dengan baik. Sebab, saya ini sedang berjuang minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam," tuturnya.
Tidak hanya ke Jokowi, Ba'asyir mengaku juga menyampaikan hal serupa kepada Presiden Prabowo Subianto melalui surat.
"Presiden (Prabowo) pun sudah saya nasihati lewat surat, itu saja. Hanya nasihati itu kewajiban-kewajiban seorang ulama menasihati," kata dia.
Sosok Abu Bakar Ba'asyir
Abu Bakar Ba'asyir adalah pendiri Pondok Pesantren Islam Al Mu'min Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dikutip dari TribunnewsWiki.com, ia lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 17 Agustus 1938.
Abu Bakar Ba'asyir memiliki istri yang bernama Aisyah Baraja.
Pasangan ini dikaruniai 3 orang anak yang bernama Abdul Ridyo Baasyir, Abdul Rahim Baasyir, dan Zulfur.
Pada 1972, Abu Bakar Baasyir bersama teman-temannya mendirikan Ponpes Al Mu'min di Ngruki, Sukoharjo.
Saat ini ia juga tercatat aktif menjadi pengasuh di ponpes tersebut.
Nama Abu Bakar Ba'asyir sempat menjadi sorotan publik saat didakwa atas dugaan keterkaitan aksi terorisme pada 2002.
Ia pernah dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara karena terafiliasi dengan tragedi bom Bali 1.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Abu-Bakar-Baasyir-Ketemu-Jokowi.jpg)