OTT KPK di Kementerian Tenaga Kerja
Profil Haiyani Rumondang, Eks Dirjen Kemnaker Diduga Terima Rp50 Juta Tiap Minggu Terkait Pemerasan
Mantan Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang, diduga menerima aliran dana Rp50 juta tiap minggu dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3.
TRIBUNNEWS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan dana Rp50 juta yang mengalir ke mantan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Dirjen Binwasnaker dan K3), Haiyani Rumondang.
Haiyani diduga menerima Rp50 juta tiap minggunya, terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Ia telah diperiksa KPK sebagai saksi pada Jumat (10/10/2025).
"Saksi diperiksa terkait proses penerbitan Sertifikat K3. Selain itu Penyidik juga mendalami pengetahuan saksi terkait penerimaan uang dari Pihak PJK3 (Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja)," ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (11/10/2025).
Profil Haiyani Rumondang
Dikutip dari Majalah Senta Kemnaker, Haiyani Rumondang lahir pada 19 April 1964 di Rantau Prapat, Sumatra Utara.
Ia merupakan lulusan S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatra Utara (USU) tahun 1987.
Baca juga: Diperiksa KPK Hari Ini, Eks Dirjen Kemnaker Haiyani Diduga Terima Setoran Rp 50 Juta per Minggu
Dari USU, Haiyani melanjutkan studi S2 ke Universitas Adelaine, Australia, di bidang Population and Human Resources Development dan lulus pada 1996.
Haiyani juga sukses meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi kebijakan Publik dengan predikat Yudicium Cum Laude (S3).
Ia tercatat sebagai dosen Program Pascasarjana di Universitas Tanjungpura Pontianak sejak 2011 dan Pascasarjana Universitas Katolik Atmajaya Jakarta sejak 2013.
Namanya juga tercatat menjabat sebagai Ketua Dewan Pengupahan Nasional, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional dan Anggota Lembaga Produktivitas Nasional, Wakil Ketua Kerja Sama Lembaga Tripartit Nasional.
Per 1 Mei 2024, ia resmi pensiun dan jabatan terakhirnya adalah Dirjen Binwasnaker dan K3.
Harta Kekayaan Haiyani Rumondang
Haiyani Rumondang terakhir kali menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2023.
Total kekayaannya tercatat mencapai Rp5.156.292.399.
Aset terbesarnya berasal dari empat tanah dan bangunan di Bekasi, serta kas dan setara kas.
Berikut rincian harta kekayaan Haiyani, dikutip dari elhkpn.kpk.go.id:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/haiyani-rumondang-12.jpg)