Cuaca Ekstrem
8 Tips Ampuh Hadapi Cuaca Panas Ekstrem dan Tetap Sehat di Musim Pancaroba
Tips ampuh menghadapi cuaca panas ekstrem dan tetap sehat di musim pancaroba, saat Indonesia memasuki masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan.
WHO menyarankan penggunaan topi lebar dan kacamata hitam untuk melindungi dari paparan sinar UV.
3. Hindari Aktivitas Berat di Luar Ruangan pada Pukul 10.00–16.00
Organisasi kesehatan dunia menyarankan pembatasan aktivitas fisik di luar ruangan saat sinar matahari paling intens.
Jika harus keluar, gunakan pelindung seperti payung, sunscreen dengan SPF minimal 30, dan cari tempat teduh.
4. Jaga Pola Makan dan Istirahat Cukup
Kemenkes RI menyarankan konsumsi buah-buahan yang kaya air seperti semangka, jeruk, dan mentimun.
Tidur cukup membantu tubuh beradaptasi dengan suhu ekstrem dan menjaga daya tahan tubuh.
5. Pastikan Ventilasi Rumah Baik
WHO menyarankan membuka jendela saat pagi dan malam hari untuk sirkulasi udara.
Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan jika memungkinkan, dan hindari penggunaan alat elektronik berlebih yang menghasilkan panas.
6. Mandi Air Dingin atau Kompres Tubuh
Jika merasa gerah atau mulai pusing, segera mandi air dingin atau kompres bagian tubuh seperti leher dan ketiak untuk menurunkan suhu tubuh.
Ini efektif mencegah heatstroke menurut panduan GHHIN.
7. Waspadai Kelompok Rentan
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis lebih sensitif terhadap suhu tinggi.
WHO menyarankan pemantauan rutin terhadap kondisi mereka dan memastikan mereka berada di lingkungan yang sejuk dan aman.
8. Pantau Informasi Cuaca dan Peringatan Dini
Gunakan aplikasi cuaca atau pantau situs resmi BMKG untuk mengetahui prakiraan suhu harian dan potensi cuaca ekstrem.
WHO dan GHHIN juga menyediakan panduan adaptasi terhadap gelombang panas yang bisa diterapkan secara lokal.
Daftar Kelompok Rentan Dampak Cuaca Panas
- Kelompok yang paling rentan terhadap dampak kesehatan dari cuaca panas adalah:
- Anak-anak, karena sistem pengaturan suhu tubuh mereka belum sempurna.
- Lansia, yang cenderung memiliki respons tubuh lebih lambat terhadap perubahan suhu.
- Ibu hamil, karena perubahan suhu dapat memengaruhi tekanan darah dan metabolisme.
- Pekerja luar ruangan, seperti petani, tukang bangunan, dan pedagang kaki lima, yang terpapar langsung sinar matahari dalam waktu lama.
- Penderita penyakit kronis, seperti diabetes, jantung, dan gangguan paru-paru, yang lebih mudah mengalami komplikasi saat suhu tinggi.
Penyakit Dampak Cuaca Panas Ekstream
Beberapa penyakit dan gangguan kesehatan yang umum terjadi akibat cuaca panas ekstrem antara lain:
Dehidrasi: tubuh kehilangan cairan lebih cepat dari biasanya, menyebabkan lemas, pusing, dan penurunan konsentrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cuaca-panas-melanda-dki-jakarta_20230411_201439.jpg)