Boni Hargens Bicara Reposisi Kelembagaan Polri Model Prabowo
Boni Hargens, menilai kebijakan tersebut memantulkan arah reformasi fundamental yang meredefinisi posisi Polri dalam ekosistem pembangunan nasional.
Ringkasan Berita:
- Penunjukan SPPG menandai babak baru dalam transformasi institusional kepolisian Indonesia.
- Presiden menempatkan Polri dalam peran strategis sebagai agen pembangunan sosial.
- Boni Hargens menilai kebijakan tersebut memantulkan arah reformasi fundamental yang meredefinisi posisi Polri dalam ekosistem pembangunan nasional.
- Boni Hargens Bicara Reposisi Kelembagaan Polri Model Prabowo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Satuan Penyelenggara Pangan Gizi (SPPG) Polri sebagai model nasional pengelolaan pangan bergizi menandai babak baru dalam transformasi institusional kepolisian Indonesia.
Presiden menempatkan Polri dalam peran strategis sebagai agen pembangunan sosial.
Analis Politik dan Isu Intelijen, Boni Hargens, menilai kebijakan tersebut memantulkan arah reformasi fundamental yang meredefinisi posisi Polri dalam ekosistem pembangunan nasional.
“Transformasi ini mengubah narasi tentang peran institusi keamanan dalam demokrasi modern Indonesia. Polri tidak lagi dipandang semata sebagai aparatur penegak hukum, tetapi sebagai mitra strategis dalam akselerasi pembangunan manusia," kata Boni, Rabu (15/10/2025).
Menurut dia pendekatan ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa ketahanan nasional tidak hanya dibangun melalui kekuatan koersif, tetapi juga melalui investasi pada kesejahteraan dan kapasitas masyarakat.
Doktor filsafat lulusan Universitas Walden, Amerika Serikat, ini mengatakan reposisi kelembagaan ini sejalan dengan tren global di mana institusi keamanan semakin terlibat dalam program pembangunan sosial.
Namun, konteks Indonesia memberikan dimensi unik dengan tantangan geografis berupa 17.000 pulau dan keragaman sosial-ekonomi yang luas, jangkauan institusional Polri menjadi aset strategis untuk memastikan pemerataan akses terhadap pangan bergizi.
Dikatakan bahwa satuan Penyelenggara Pangan Gizi (SPPG) Polri merepresentasikan inovasi kelembagaan yang merespons kompleksitas tantangan gizi dan pangan di Indonesia.
"Program ini dirancang bukan hanya untuk mengatasi masalah ketersediaan pangan, tetapi juga untuk memastikan kualitas nutrisi yang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia," katanya.
Dikatakan bahwa keunggulan model SPPG terletak pada kombinasi antara kapasitas organisasional Polri yang tersebar hingga tingkat desa dengan pemahaman konteks lokal yang mendalam.
"Struktur komando yang jelas memungkinkan implementasi program yang cepat dan terkoordinasi, sementara kedekatan dengan masyarakat memfasilitasi adaptasi program sesuai kebutuhan spesifik setiap wilayah," ujarnya.
Fondasi Pembangunan Manusia Berkelanjutan
Boni menilai bahwa kebijakan pangan bergizi ini sesuatu yang fundamental.
Pertama, investasi generasi masa depan. Pangan bergizi sebagai prasyarat pembentukan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di era global.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/boni-har-1.jpg)