Roy Suryo Cs Datangi Kemendikdasmen, Desak Cabut Surat Keterangan Kelulusan Gibran
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mendesak Kemendikdasmen mencabut surat keterangan (SK) kelulusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Tayang:
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
ROY SURYO - Pakar telematika Roy Suryo bersama sejumlah orang mendatangi kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta Kamis (16/10/2025) sore.
Polemik kelulusan Gibran Rakabuming Raka mencuat karena dugaan bahwa ijazah SMA yang ia gunakan tidak memenuhi syarat pencalonan wakil presiden.
Meski pihak kampus di Singapura telah memberikan klarifikasi, kontroversi tetap berlanjut di publik dan media.
Baca juga: Belum Puas, Roy Suryo Akan Minta Salinan Ijazah Jokowi di KPU Solo Usai Dapat dari KPU DKI dan Pusat
Berikut rangkuman lengkapnya:
Awal Mula Polemik
- Gibran menempuh pendidikan di Orchid Park Secondary School dan melanjutkan ke UTS Insearch, program persiapan universitas di Singapura.
- Ia kemudian melanjutkan studi di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan memperoleh gelar sarjana dari kampus Inggris yang bermitra dengan MDIS.
Tuduhan dan Gugatan - Roy Suryo, pakar telematika, menuding ijazah SMA Gibran palsu dan menyebut pendidikannya hanya setara SMP plus kelas 1 SMA.
- Prof. Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University juga menyatakan bahwa pendidikan Gibran belum setara SMA penuh.
- Seorang warga bernama Subhan Palal menggugat Gibran secara perdata sebesar Rp 125 triliun karena dianggap melanggar syarat pencalonan wakil presiden.
Klarifikasi dari MDIS - Pada 1 Oktober 2025, MDIS Singapura menyatakan bahwa Gibran memang berkuliah di sana sejak 2007 dan lulus tiga tahun kemudian.
- MDIS menegaskan bahwa Gibran memperoleh diploma lanjutan dan gelar sarjana sesuai standar akademik yang berlaku.
Topik Terkait
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/roy-suryo-di-kemendikdasmennnn.jpg)