Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran
Suka Duka Hidup 300 Meter dari Rumah Presiden Prabowo: Jalan Mulus, Akses Terbatas
Tinggal 300 meter dari rumah Presiden, warga Bojong Koneng menikmati jalan mulus—tapi tak semua bisa bebas melintas. Ini kisah lengkapnya.
Kholik membenarkan rencana itu.
“Setiap tahun tanah bergeser. Relokasi ke titik aman disiapkan pihak Pak Prabowo lewat Bupati,” katanya.
Meski begitu, warga belum mendapat kepastian teknis soal lokasi dan waktu pindah.
Baca juga: VIDEO Penampakan Rumah dari Negara untuk Maruf Amin di Depok: Luas Lahan 2 Lapangan Bola
Antara Bangga dan Terbatas
Warga mengakui ada rasa bangga tinggal dekat Presiden.
“Kalau saya pribadi merasa bangga. Sekarang jalan terang, saluran air bagus, ada sembako saat lebaran,” kata Kholik. Tapi di balik itu, ada penyesuaian sosial yang harus dijalani.
“Kalau malam sekarang enggak ngeri. Banyak aparat. Tapi ya itu, harus lapor-lapor kalau ada tamu,” ujar Udai.
Desa yang Berubah, Warga yang Menyesuaikan
Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran membawa perubahan nyata di Bojong Koneng.
Infrastruktur membaik, pengamanan meningkat, dan respons pemerintah terhadap bencana lebih cepat. Namun, kehidupan warga juga berubah: lebih aman, tapi lebih terbatas.
Di desa yang kini menjadi lingkar dalam kekuasaan, warga belajar menyeimbangkan rasa bangga dengan realitas baru. Jalan mulus tak selalu berarti bebas melintas. Dan hidup 300 meter dari rumah Presiden, ternyata tak selalu sederhana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gerbang-Padepokan-Garuda-Yaksa-kediaman-Presiden-RI-Prabowo-Subianto-di-Hambalang-Bogor.jpg)