Sabtu, 11 April 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Suka Duka Hidup 300 Meter dari Rumah Presiden Prabowo: Jalan Mulus, Akses Terbatas

Tinggal 300 meter dari rumah Presiden, warga Bojong Koneng menikmati jalan mulus—tapi tak semua bisa bebas melintas. Ini kisah lengkapnya.

|
TribunnewsBogor.com//Muamarrudin Irfani
SATU TAHUN PRABOWO – Sejumlah wartawan menunggu di depan Gerbang Padepokan Garuda Yaksa, kediaman Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Bojong Koneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024). Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran membawa perubahan infrastruktur dan pengamanan di desa ini, namun warga juga menghadapi akses yang lebih terbatas. 

Ketua RT 002 RW 009, Kholik, menambahkan bahwa dalam beberapa kesempatan, Prabowo membuka kaca jendela mobilnya untuk melambaikan tangan kepada warga.

“Enggak pakai strobo. Tetap dikawal, tapi sunyi. Tapi dia baik, melambaikan tangan, kacanya kadang dibuka,” ujarnya.

Kholik mengingat momen saat warga menyambut Prabowo di sepanjang jalan desa setelah resmi menjabat sebagai Presiden.

“Sempat saya ngerasain itu. Apalagi pas pertama jadi Presiden, itu kan di sepanjang jalan kan kita sambut di sini. Bangganya jadi tetangga Presiden,” tambahnya.

 
Pernah Masuk Rumah RI 1, Kini Hanya Bisa Melihat dari Jauh

Sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden, beberapa warga pernah masuk ke rumahnya. Selamet mengenang momen saat salat Idul Fitri tahun 2023.

“Pernah saya sekali waktu lebaran Idul Fitri, sebelum (Prabowo) jadi Presiden. Saya pernah salat di rumahnya, dibuka, warga masuk,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga sempat berjabat tangan dengan Prabowo yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Senang sih bisa jabat tangan dengan Presiden. Rumahnya besar,” ujarnya.

Kholik juga pernah masuk ke dalam rumah Prabowo saat bertugas sebagai Ketua TPS dalam Pemilu 2024. Ia mendampingi petugas Pantarlih untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih.

“Saya pernah masuk, waktu saya Coklit untuk pemilu. Soalnya kan warga enggak pernah lihat ke sana. Indah sekali,” ungkapnya.

 
Respons Cepat Saat Bencana, Tapi Relokasi Menggantung

Pada Maret 2025, gempa mengguncang Bojong Koneng.

Puluhan rumah rusak. Udai mengingat betul bagaimana tanah bergeser dan jalan-jalan retak. 

“Bupatinya langsung ke sini. Ada bantuan sembako dan uang kontrakan,” katanya.

Namun, warga terdampak masih menunggu realisasi relokasi yang dijanjikan.

“Katanya awal 2026, sekitar 135 KK mau direlokasi ke Desa Cijayanti. Tapi belum tahu pasti,” ujar Udai.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved