Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran
Suka Duka Hidup 300 Meter dari Rumah Presiden Prabowo: Jalan Mulus, Akses Terbatas
Tinggal 300 meter dari rumah Presiden, warga Bojong Koneng menikmati jalan mulus—tapi tak semua bisa bebas melintas. Ini kisah lengkapnya.
Ringkasan Berita:
- Warga Bojong Koneng alami perubahan sejak Prabowo jadi Presiden: jalan diperbaiki, pengamanan diperketat.
- Iring-iringan Presiden tertib tanpa sirine, tapi akses warga dibatasi.
- Sebagian warga pernah masuk rumah Prabowo sebelum jadi RI1, kini menyesuaikan hidup di lingkar kekuasaan.
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Di kaki perbukitan Bogor Jawa Barat, jalan Desa Bojong Koneng kini mulus dan terang. Tapi bagi Selamet Santoso, yang tinggal hanya 300 meter dari rumah Presiden, hidup tak selalu bebas melintas.
“Sunyi, enggak ada strobo. Tapi penjaganya banyak di jalan-jalan,” ujarnya dari warung mie ayam miliknya, Selasa (14/10/2025).
Sejak Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024, desa kecil di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, itu mengalami banyak perubahan.
Jalan utama diperbaiki, gang-gang sempit diaspal, dan lampu jalan dipasang.
Selain itu, saluran air di sekitar Desa Bojong Koneng juga sudah diperbaiki.
"Dulu jalan di sini jelek sekali, sekarang jadi bagus sampai pelosok-pelosok. Ya Alhamdulillah sih, sekarang desa jadi bagus jalannya," ucap Selamet.
Di Lingkar Gerbang Kekuasaan
Kediaman Prabowo Subianto dikenal dengan nama Padepokan Garuda Yaksa.
Rumah tersebut menjorok ke dalam Jalan Prabowo-Cisadon, yang bisa diakses dari Jalan Gunung Batu atau jalan utama Desa Bojong Koneng.
Jalan di depan rumah RI 1 bukan jalur umum, melainkan hanya dilalui warga sekitar. Suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk lalu lintas.
Sekitar 100 meter dari gerbang masuk rumah Prabowo, terdapat beberapa rumah warga. Permukiman lebih padat berada di sisi Jalan Gunung Batu, termasuk RW 009 dan RW 015.
Di wilayah ini, selain rumah-rumah warga, juga terdapat sejumlah kafe dan tempat wisata keluarga yang menyuguhkan pemandangan alam khas perbukitan Bogor.
Baca juga: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, Eks Ketua MK: Belum Banyak yang Positif di Dalam Negeri
Iring-Iringan Senyap, Warga Menyambut
Udai, warga lain yang rumahnya juga berjarak sekitar 300 meter dari kediaman Presiden, menyampaikan hal serupa.
Ia menuturkan bahwa iring-iringan mobil Presiden tidak menyalakan sirine atau bunyi-bunyian yang mengganggu.
“Ya setiap hari (Prabowo) pulang ke sini. Dikawal. Pengawalannya panjang, ada beberapa mobil. Tapi senyap, enggak pakai bunyi-bunyian,” katanya.
Ketua RT 002 RW 009, Kholik, menambahkan bahwa dalam beberapa kesempatan, Prabowo membuka kaca jendela mobilnya untuk melambaikan tangan kepada warga.
“Enggak pakai strobo. Tetap dikawal, tapi sunyi. Tapi dia baik, melambaikan tangan, kacanya kadang dibuka,” ujarnya.
Kholik mengingat momen saat warga menyambut Prabowo di sepanjang jalan desa setelah resmi menjabat sebagai Presiden.
“Sempat saya ngerasain itu. Apalagi pas pertama jadi Presiden, itu kan di sepanjang jalan kan kita sambut di sini. Bangganya jadi tetangga Presiden,” tambahnya.
Pernah Masuk Rumah RI 1, Kini Hanya Bisa Melihat dari Jauh
Sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden, beberapa warga pernah masuk ke rumahnya. Selamet mengenang momen saat salat Idul Fitri tahun 2023.
“Pernah saya sekali waktu lebaran Idul Fitri, sebelum (Prabowo) jadi Presiden. Saya pernah salat di rumahnya, dibuka, warga masuk,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga sempat berjabat tangan dengan Prabowo yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
“Senang sih bisa jabat tangan dengan Presiden. Rumahnya besar,” ujarnya.
Kholik juga pernah masuk ke dalam rumah Prabowo saat bertugas sebagai Ketua TPS dalam Pemilu 2024. Ia mendampingi petugas Pantarlih untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih.
“Saya pernah masuk, waktu saya Coklit untuk pemilu. Soalnya kan warga enggak pernah lihat ke sana. Indah sekali,” ungkapnya.
Respons Cepat Saat Bencana, Tapi Relokasi Menggantung
Pada Maret 2025, gempa mengguncang Bojong Koneng.
Puluhan rumah rusak. Udai mengingat betul bagaimana tanah bergeser dan jalan-jalan retak.
“Bupatinya langsung ke sini. Ada bantuan sembako dan uang kontrakan,” katanya.
Namun, warga terdampak masih menunggu realisasi relokasi yang dijanjikan.
“Katanya awal 2026, sekitar 135 KK mau direlokasi ke Desa Cijayanti. Tapi belum tahu pasti,” ujar Udai.
Kholik membenarkan rencana itu.
“Setiap tahun tanah bergeser. Relokasi ke titik aman disiapkan pihak Pak Prabowo lewat Bupati,” katanya.
Meski begitu, warga belum mendapat kepastian teknis soal lokasi dan waktu pindah.
Baca juga: VIDEO Penampakan Rumah dari Negara untuk Maruf Amin di Depok: Luas Lahan 2 Lapangan Bola
Antara Bangga dan Terbatas
Warga mengakui ada rasa bangga tinggal dekat Presiden.
“Kalau saya pribadi merasa bangga. Sekarang jalan terang, saluran air bagus, ada sembako saat lebaran,” kata Kholik. Tapi di balik itu, ada penyesuaian sosial yang harus dijalani.
“Kalau malam sekarang enggak ngeri. Banyak aparat. Tapi ya itu, harus lapor-lapor kalau ada tamu,” ujar Udai.
Desa yang Berubah, Warga yang Menyesuaikan
Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran membawa perubahan nyata di Bojong Koneng.
Infrastruktur membaik, pengamanan meningkat, dan respons pemerintah terhadap bencana lebih cepat. Namun, kehidupan warga juga berubah: lebih aman, tapi lebih terbatas.
Di desa yang kini menjadi lingkar dalam kekuasaan, warga belajar menyeimbangkan rasa bangga dengan realitas baru. Jalan mulus tak selalu berarti bebas melintas. Dan hidup 300 meter dari rumah Presiden, ternyata tak selalu sederhana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gerbang-Padepokan-Garuda-Yaksa-kediaman-Presiden-RI-Prabowo-Subianto-di-Hambalang-Bogor.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.