Minggu, 26 April 2026

STQH Nasional Usai, Kemenag Ajak Warga Amalkan dan Hayati Al-Qur’an

Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup.

HO/Kemenag
STQH NASIONAL DITUTUP - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, pada penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 
Ringkasan Berita:
  • Gelaran seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII tahun 2025 ditutup
  • Masyarakat Sulawesi Tenggara diajak untuk terus mengamalkan dan menghayati nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari
  • Pemerintah daerah dan masyarakat Kendari dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang ramah dan penuh semangat kebersamaan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi ditutup.

Penutupan ini menandai akhir dari seluruh rangkaian ajang yang berlangsung selama lebih dari sepekan dan sekaligus menjadi panggung syiar Al-Qur’an dan hadis di tingkat nasional.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengajak masyarakat Sulawesi Tenggara untuk terus mengamalkan dan menghayati nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

"Penyelenggaraan STQH Nasional ke-28 di Sulawesi Tenggara ini sungguh luar biasa, bahkan disebut yang terbaik oleh Sekretaris LPTQ Nasional," ujar Abu Rokhmad melalui keterangan tertulis, Minggu (19/10/2025).

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan STQH tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara dan antusiasme peserta.

Namun juga dari semangat masyarakat Sulawesi Tenggara yang begitu tinggi dalam menyambut kegiatan ini.

"Syiar Al-Qur’an dan hadis semoga tidak hanya dilakukan saat musabaqah seperti ini. Setiap hari, setiap saat, mari kita terus membaca, mengamalkan, dan menghayati isi Al-Qur’an," katanya. 

Abu Rokhmad menyebut, STQH bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah untuk memperkuat hubungan umat Islam dengan sumber nilai dan pedoman hidupnya, yaitu Al-Qur’an dan hadis. 

Dirinya berharap, pemahaman dan pengamalan terhadap ajaran Islam dapat membentuk masyarakat yang damai, beradab, dan berkeadilan.

Baca juga: Kemenag Sediakan Ratusan Naskah Khutbah Secara Online, Bahas Pencegahan Judol Hingga KDRT

Selain menjadi media syiar, STQH juga membawa dampak sosial dan kultural bagi daerah tuan rumah. 

Selama sembilan hari pelaksanaan, Kota Kendari menjadi pusat perhatian nasional serta simbol harmoni antara nilai religius dan semangat kebangsaan. 

Pemerintah daerah dan masyarakat dinilai berhasil menjadi tuan rumah yang ramah dan penuh semangat kebersamaan.

“Momentum ini sangat penting dan berkesan bagi kami di Kota Kendari. Spirit Al-Qur’an dan hadis akan tetap kami tinggalkan di Kota Kendari, di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved