Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran
10 Menteri/Kepala Badan Prabowo-Gibran Layak Di-reshuffle Menurut CELIOS, Semua Dapat Nilai Minus
Berikut ini daftar 10 menteri dan kepala badan negara paling layak di-reshuffle menurut CELIOS.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.com - Berikut ini daftar 10 menteri/kepala badan negara di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dianggap paling layak di-reshuffle, menurut Center of Economics and Law Studies (CELIOS).
CELIOS merilis hasil survei kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama satu tahun, Minggu (19/10/2025), termasuk menteri maupun kepala badan negara di Kabinet Indonesia Maju (KIM).
Sebanyak 120 responden dari kalangan jurnalis, menyebut ada 10 menteri maupun kepala badan negara yang dianggap pantas layak di-reshuffle karena memiliki kinerja buruk.
Seratus dua puluh jurnalis tersebut berasal dari 60 lembaga pers di Indonesia yang mewakili sejumlah desk pemberitaan, seperti ekonomi, sosial-politik, hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), serta energi dan linegkungan.
Waktu pengambilan survei berlangsung pada 30 September-13 Oktober 2025.
Sebanyak 96 persen setuju 10 menteri/kepala badan negara itu di-reshuffle, sedangkan 4 persen lainnya tidak.
Baca juga: Bahlil Dapat Skor -1.320 Versi CELIOS, Ini 24 Menteri Prabowo-Gibran Berkinerja Buruk selama 1 Tahun
Dalam survei ini, CELIOS menanyakan apakah setuju jika beberapa menteri diganti setelah satu tahun pertama pemerintahan berjalan.
Opsi jawaban meliputi setuju dan tidak setuju.
Berikut ini daftar 10 menteri/kepala badan negara paling layak di-reshuffle menurut CELIOS:
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, skor -151
- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, skor -81
- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, skor -79
- Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, skor -56
- Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, skor -36
- Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, skor -34
- Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, skor -22
- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, skor -14
- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, skor -10
- Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, skor -7
Perbandingan Penilaian 100 Hari vs 1 Tahun
1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Dalam penilaian satu tahun kerja, Bahlil menduduki peringkat paling akhir, yakni 32.
Namun, peringkatnya di penilaian 100 hari kerja juga termasuk rendah, yaitu di urutan 30.
2. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana
Dadan menjadi menteri/kepala badan negara yang peringkatnya merosot drastis.
Dalam penilaian 100 hari kerja, Dadan menempati peringkat 7, sedangkan di penilaian satu tahun kerja di urutan 31.
3. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai
Pigai hanya naik satu peringkat. Pada penilaian 100 hari kerja, ia berada di urutan ke-31, kini dalam penilaian satu tahun kerja di peringkat 30.
4. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni
Peringkat Raja Juli dalam penilaian 100 hari kerja dan satu tahun kerja tetap sama, yaitu di urutan ke-29.
5. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon
Peringkat Fadli merosot dari 25 saat penilaian 100 hari kerja, ke peringkat 28 di penilaian satu tahun.
6. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana
Peringkat Widiyanti juga merosot. Saat penilaian 100 hari kerja, ia berada di urutan ke-24, sedangkan penilaian satu tahun di peringkat 27.
7. Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan alias Zulhas naik satu peringkat, dari 27 saat penilaian 100 hari kerja, ke urutan 26 dalam penilaian satu tahun kerja.
8. Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko
Senada dengan Zulhas, Budiman juga naik satu peringkat, dari 26 saat penilaian 100 hari kerja, ke urutan 25 dalam penilaian satu tahun kerja.
9. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto
Saat ini, Yandri menempati peringkat ke-24, naik empat peringkat dari 28 saat penilaian 100 hari kerja.
10. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid
Penilaian 100 hari kerja menempati peringkat ke-19, sedangakan penilaian satu tahun kerja berada di urutan 23.
Sebagai catatan, peringkat ini tidak termasuk menteri dan kepala badan yang dilantik pada September 2025, karena baru menjabat.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Pimpin-Sidang-Kabinet-Paripurna_20241202_185829.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.