Wisuda ke-VII IAKN Kupang, 359 Lulusan Mendapat Pesan Gubernur NTT Agar Jadi Pemimpin Cerdas
Lulusan IAKN Kupang diminta menjadi insan pembaharu di tengah masyarakat dengan menjunjung nilai-nilai Kristiani dan akademik
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, meluluskan 359 wisudawan dari program sarjana dan pascasarjana berbagai jurusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-VII Periode II Tahun 2025, di Hotel Harper Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (22/10/2025).
Rektor IAKN Kupang Dr I Made Suardana MTh mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang dinyatakan layak menyandang gelar akademik.
“Selamat berkarya bagi masyarakat dan untuk kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Rektor juga memberikan penghormatan khusus kepada para orang tua yang dengan penuh pengorbanan mendampingi anak-anak mereka hingga tuntas studi. Ia meminta seluruh hadirin berdiri memberikan apresiasi atas dedikasi para orangtua.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan pentingnya tiga nilai utama yang harus terus dihidupi oleh seluruh lulusan yakni integritas, moralitas, dan spiritualitas.
“Lulusan IAKN Kupang harus menjadi insan pembaharu di tengah masyarakat dengan menjunjung nilai-nilai Kristiani dan akademik,” tegasnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Kupang, Jumat 24 Oktober 2025: Cerah Berawan Seharian
Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan kabar gembira bahwa dua program studi IAKN Kupang telah memperoleh akreditasi Baik Sekali, serta tengah mempersiapkan pembukaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Ia kemudian memaparkan empat fokus strategis IAKN Kupang ke depan yakni Integritas dan moralitas akademik, Pemahaman kontekstual terhadap sosiokultural NTT, Optimalisasi digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), dan Visi kampus yang berkelanjutan dan progresif.
Gubernur NTT: Jadilah Pemimpin Muda yang Cerdas dan Beriman
Hadir memberikan sambutan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh wisudawan, orang tua, dan civitas akademika IAKN Kupang.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT, saya menyampaikan selamat atas pencapaian luar biasa ini,” ujarnya.
Gubernur menyoroti berbagai tantangan generasi muda NTT, termasuk penurunan literasi dan numerasi, serta lemahnya manajemen waktu belajar. Ia mengajak keluarga menjadi garda terdepan dalam pendidikan anak melalui penerapan 'jam belajar keluarga' pukul 17.30–19.00 WITA.
“Peran keluarga harus dikembalikan sebagai pusat pembentukan karakter dan nilai moral,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/WISUDA22222.jpg)