Wawancara Eksklusif
VIDEO EKSKLUSIF Dipilih Sendiri oleh Prabowo, Kepala BGN Ungkap Cerita di Balik Lahirnya Program MBG
“Saya dengar kemarin waktu Rapat Sidang Paripurna, Perpres Makan Bergizi Gratis sudah ditandatangani. Ini bocoran pertama kali”
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membuka cerita menarik di balik lahirnya program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) — program yang kini menjadi sorotan publik dan bagian utama dari visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam wawancara eksklusif bersama Tribun Network, Dadan mengungkap dirinya dipilih langsung oleh Presiden Prabowo untuk memimpin BGN.
“Saya menjadi Kepala Badan Gizi itu atas keinginan dan permintaan Pak Presiden Prabowo Subianto. Jauh sebelum beliau dilantik, kami sudah membicarakan program ini sejak Juni 2023,” ujar Dadan, saat wawancara eksklusif Bersama Tribun Network di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Program ini resmi diluncurkan pada 15 Agustus 2023.
Menurut Dadan, cita-cita Prabowo menghadirkan makanan bergizi bagi jutaan anak Indonesia lahir dari pengalaman panjang di lapangan.
"Ini program sudah lama dicita-citakan oleh beliau dari pengalaman lapangan, operasi yang sering turun ke daerah-daerah. Beliau melihat banyak anak Indonesia itu yang pertumbuhannya kurang baik," jelas Dadan.
"Oleh sebab itu cita-cita beliau sudah lama selalu ingin memberi makan jutaan anak Indonesia."
Bentuk Badan Bukan Kementerian
Menariknya, Dadan juga mengungkap alasan Prabowo membentuk lembaga baru bernama Badan Gizi Nasional, bukan kementerian.
“Pak Presiden ingin uang itu dari pusat langsung sampai ke daerah dan ditangani oleh satu badan. Kalau lewat kementerian, ada Undang-Undang Kementerian namanya. Sehingga uang pusat itu harus dikirim melalui alokasi khusus ke Pemda. Pak Presiden tidak ingin itu terjadi sehingga beliau memutuskan program ini harus dilakukan oleh sebuah badan," ungkap Dadan.
Baca juga: Kepala BGN Ungkap Cerita di Balik Lahirnya Program Makan Bergizi Gratis
Perpres MBG Sudah Ditandatangani
Setelah hampir satu tahun berjalan, Dadan menyampaikan kabar penting.
“Saya dengar kemarin waktu Rapat Sidang Paripurna, Perpres Makan Bergizi Gratis sudah ditandatangani. Ini bocoran pertama kali,” katanya sambil tersenyum.
Perpres ini, lanjut Dadan, akan memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga agar pelaksanaan MBG berjalan lebih solid.
Prabowo Sering Telepon Langsung
Dadan juga membagikan sisi lain gaya komunikasi Presiden Prabowo.
“Biasanya Bapak (Prabowo) sering berinisiatif menelepon. Kalau ada informasi yang ingin dikonfirmasi atau disarankan, langsung telepon. Kadang juga mengundang rapat,” ujarnya.
Dadan mengaku selalu dipanggil “Prof” oleh Presiden.
“Padahal saya belum profesor, tapi beliau biasa manggil ‘Prof, gimana kabar?’ Mungkin sudah terbiasa saja,” kata Dadan sambil tertawa.
Ia juga menceritakan, dalam dua kali kesempatan ketika dirinya hendak mengambil keputusan besar, tiba-tiba Prabowo menelepon langsung.
“Biasanya kalau telepon untuk mencari informasi itu ya, semenit lah, paling dua menit gitu. Tapi ketika tahu bahwa saya mau ngambil keputusan besar, teleponnya agak lama tuh. Dan setelah itu pasti diikuti dengan pertemuan,” tutur Dadan.
Dalam pertemuan lanjutan itulah, ia bisa menyampaikan hal-hal detail yang membutuhkan keputusan strategis.
“Pak, ada yang mau saya sampaikan.' 'Yaudah, nanti kita rapat khusus.' Nah, rapat khusus pada saat itu saya berbicara berdua untuk menyampaikan hal-hal yang perlu diputuskan,” ujarnya.
Dadan menegaskan, untuk urusan yang butuh informasi cepat, konfirmasi, dan diskusi ringan, komunikasi telepon sudah cukup.
Namun, untuk keputusan besar yang berdampak luas, pertemuan empat mata menjadi pilihan.
Sudah Layani 3,6 Juta Anak
Hingga pertengahan Oktober 2025, program MBG sudah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Saat rapat kabinet terakhir, saya laporkan ada 12.639 SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi). Itu berarti sudah melayani 3,68 sampai 3,69 juta penerima manfaat — baru sekitar 40 persen dari target nasional,” ungkap Dadan.
Ia menegaskan, target akhir tahun ini adalah 82,9 juta penerima manfaat, dan optimis seluruh anak Indonesia akan mendapat hak gizi yang sama.
"Kita akan terus tambah kecepatan kita, di mana setiap hari kita akan menambah kurang lebih antara 150 sampai 200 satuan penyelenggara gizi. Artinya antara 400 sampai 600 ribu penerima manfaat setiap hari ditambah,” ungkapnya.(*/Malau)
Mari saksikan wawancara eksklusif lengkapnya hanya di kanal YouTube Tribunnews!
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.