Festival Kebangsaan UKI, Ajakan Bagi Mahasiswa Ambil Peran Bangun Peradaban Bangsa
UKI menggelar Festival Kebangsaan 2025 dengan tema 'Merayakan Perbedaan, Menguatkan Kebersamaan dalam Mewujudkan Generasi Emas’
Ringkasan Berita:
- Diikuti tujuh Perguruan Tinggi Kristen anggota BK-PTKI
- Ajak mahasiswa menjalankan tri dharma perguruan tinggi
- Acara mencakup seminar kebangsaan, presentasi karya ilmiah, lomba debat, dan pentas budaya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar Festival Kebangsaan 2025 dengan tema 'Merayakan Perbedaan, Menguatkan Kebersamaan dalam Mewujudkan Generasi Emas’ pada 23-24 Oktober 2025 di UKI Cawang, Jakarta Timur.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BK-PTKI) dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Festival Kebangsaan ini diikuti tujuh Perguruan Tinggi Kristen anggota BK-PTKI, di antaranya Universitas Kristen Petra, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pelita Harapan, UKRIDA, UKI, dan Universitas Kristen Indonesia Toraja.
Dalam sambutannya, BPIP yang diwakili Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan, Prakoso menyampaikan kepada para mahasiswa agar mengisi kemerdekaan dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia meminta para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memegang teguh prinsip tri dharma perguruan tinggi.
Baca juga: Bekali Mahasiswa Baru, Rektor UKI Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi
Yaitu, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai bakat minat masing-masing, belajar jujur dan mengembangkan penelitian, serta mengabdi kepada masyarakat.
“Jadilah solusi bagi masyarakat secara keseluruhan untuk kemajuan peradaban negara Indonesia,” kata Prakoso dalam pembukaan acara Festival Kebangsaan, Kamis (23/10/2025).
Lebih lanjut, Prakoso menerangkan BPIP bisa bekerja sama dengan UKI untuk membuat penelitian tentang apakah regulasi hukum atau undang-undang yang diterbitkan pemerintah sudah mengacu pada nilai-nilai Pancasila.
“UKI bisa mengkaji apakah sudah benar Pancasila sebagai batu uji dalam membuat regulasi. Peraturan hukum digunakan untuk keadilan bagi seluruh rakyat,” kata dia.
Baca juga: Fakultas Hukum UKI Satukan Prodi S1, S2, dan S3, Perkuat Jejaring Internasional dan Riset
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UKI bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ied Veda Sitepu menyatakan Festival Kebangsaan ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-72 UKI.
Lewat festival ini, UKI selaku universitas Kristen pertama di Indonesia mendorong penanaman nilai-nilai toleransi kepada generasi muda, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
“Saya mengajak civitas akademika UKI merawat kebangsaan Indonesia. UKI didirikan tahun 1953 oleh pendiri bangsa yang terpanggil untuk membantu negara menghasilkan sarjana-sarjana yang dibutuhkan negara Indonesia,” kata Ied Veda Sitepu.
“Sebagai universitas Kristen pertama di Indonesia, UKI ingin menanamkan nilai kebangsaan pada generasi muda, serta membangun toleransi dan memperkuat persatuan dalam keberagaman,” lanjutnya.
Ditemui selepas acara pembukaan, Ketua Penyelenggara Festival Kebangsaan, Pdt Dirk Roy Kolibu menerangkan festival ini merupakan upaya untuk membangun generasi emas, menguatkan kesadaran cinta tanah air, dan melestarikan warisan budaya di tengah arus modernisasi.
“Kami ingin membentuk karakter mahasiswa UKI yang menghargai perbedaan dan membangun kebersamaan dalam konteks nilai-nilai Pancasila dan Kristiani,” kata Pdt Roy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Universitas-Kristen-Indonesia-UKI-menggelar-Festival-Kebangsaan-2025.jpg)