Senin, 11 Mei 2026

Menhut Singgung Historis Muhammadiyah yang Adaptif dengan Kekuasaan

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengisi kuliah pakar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surakarta.

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Aji
Dokumentasi
RAKORNAS MUHAMMADIYAH - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat mengisi kuliah pakar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surakarta, Minggu (26/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyinggung kemampuan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan yang adaptif dengan kekuasaan.

Namun kemampuan adaptif itu tetap dibarengi dengan sikap kritis yang konstruktif terhadap pemerintah.

Hal ini disampaikan Raja Antoni saat mengisi kuliah pakar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surakarta, Minggu (26/10/2025). 

“Mohon maaf kalau saya salah, pengalaman kita secara historis memperlihatkan kalau Muhammadiyah gerakan kolaboratif dan adaptasi dengan kekuasaan. Kemampuan kolaborasi dan adaptasi, saya tidak sedang mengatakan Muhammadiyah tidak kritis pada pemerintah tapi bagimana kritis tapi juga mengambil pelajaran. Dengan kolaborasi itulah Muhammadiyah jadi besar,” kata Raja Antoni.

Ia kemudian menyampaikan refleksi pribadinya tentang Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang punya dampak dalam kehidupan sosial masyarakat. 

Menurutnya Muhammadiyah punya nilai yang selaras dengan semangat pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

"Kalau pengalaman pribadi saya, pengalaman mengikuti gerakan Muhammadiyah berinteraksi dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah, kesalehan orang Muhammadiyah lebih bersifat konkret yang berdampak secara sosial, tapi tidak terlalu bersifat secara personal,” ujarnya.

Ia menilai kesalehan sosial yang menjadi ciri khas Muhammadiyah ikut tercermin dalam berbagai amal usaha organisasi yang berdampak langsung pada masyarakat. 

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip kehutanan sosial yang juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan hutan secara seimbang.

“Melakukan perubahan sosial secara konkret, oleh karena itu Muhammadiyah memiliki amal usaha yang banyak dibanding yang lain, karena kesalehan Muhammadiyah adalah bagaimana kata-kata dapat diwujudkan dalam sosial dan berdampak konkret dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Raja Antoni menyoroti tata kelola organisasi Muhammadiyah yang kuat, etos kerja tinggi, dan tradisi demokrasi.

Dengan berbagai amal usaha yang bermanfaat bagi masyarakat ini, ia tak heran jika Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi keagamaan terkaya di dunia.

"Itulah yang menurut saya membuat Muhammadiyah menjadi organisasi kegamaan keempat terkaya di dunia, karena memiliki organisasi yang baik dalam amal usaha. Ini yang menjadikan Muhammadiyah unik karena itu, memiliki tradisi amal usaha,” ujarnya.

Baca juga: Menhut Raja Juli Antoni akan Dampingi Utusan Khusus Presiden di COP30 Brasil

Sebagai informasi dalam acara Rakornas ini turut dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurbiawan, serta Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah Azki Khoirudin.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved