Kumpulkan Pengemudi Ojol, PKN Minta Presiden Sahkan Perpres Ojek Online
Anas Urbaningrum, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) soal ojek online.
Ringkasan Berita:
- Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) menggelar perayaan HUT secara sederhana bersama para pengemudi ojol
- Dalam kesempatan itu, PKN meminta Presiden Prabowo meneken peraturan presiden soal ojol
- Perpres ini memungkinkan nasib para pengemudi ojol akan jauh lebih baik dan terjamin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur secara khusus sektor ojek online (ojol).
Hal ini dikatakan Anas Urbaningrum di depan ratusan pengemudi ojol yang hadir memeriahkan HUT Ke-4 PKN di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
“Hari ini usia PKN empat tahun. Kami masih balita. Tetapi kami punya harapan yang besar akan kebangkitan bangsa Indonesia,” kata Anas.
Ojol, kata Anas, adalah harapan masa depan bangsa Indonesia.
Ojol tidak hanya menghantarkan orang, barang dan jasa saja tetapi juga menghantar masa depan bangsa. Kalau harapan itu macet di tengah jalan, bangsa ini pun macet.
“Karena itu, agar bangsa ini tidak macet, pilihan terbaik PKN saat ini adalah bersama ojol,” kata dia.
Anas menegaskan, dari dulu PKN berkomitmen harus ada pembagian hasil kerja yang adil antara perusahaan penyedia layanan aplikasi (aplikator) dan ojol.
“Hitungan kami, sekitar 90 persen keuntungan dikembalikan ke ojol. Selain itu, aplikator juga menyediakan THR untuk pengemudi,” kata Anas.
Untuk itu, PKN sangat mendukung dan mendesak Presiden Prabowo Subianto menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) soal ojol.
“Kita harapkan perpres itu jadi. Kita suarakan agar Presiden Prabowo segera menyesahkannya,” katanya.
Perwakilan Komunitas Gotha (Gojek Talib), Irwanto mendukung langkah PKN yang mendesak Presiden Prabowo segera mengeluarkan Perpres tentang Ojol.
“Sayang sampai saat ini masih wacana dan sepertinya pemerintah tidak serius,” katanya.
Irwanto pun berharap agar PKN menjadi partai besar yang selalu memperjuangkan nasib rakyat kecil yang kerap diabaikan.
“Tidak banyak yang peduli terhadap nasib kami. Tetapi hari ini kami menyaksikan sendiri PKN memperhatikan kami. Kami rasa sangat terhormat,” katanya.
Rumah Yatim
Irwanto mengatakan, jumlah pengemudi ojol saat ini sangat banyak dan ini tentu berdampak terhadap penghasilan yang diterima.
Kalau dulu, kata dia, pengemudi ojol masih bisa membawa pulang uang mulai Rp 300.000 hingga Rp 350.000. Tetapi saat ini berkurang hanya sekitar Rp 200.000 saja.
“Tetapi tetap bersyukur, masih bisa bekerja dan mendapatkan rejeki dari setiap kilometer perjalanan kami,” kata dia.
Lebih jauh Irwanto mengatakan, selain mencari rejeki untuk keluarga masing-masing, Komunitas Gothal juga mengelolah sebuah rumah singgah untuk anak yatim piatu.
“Kami mengelolah rumah singgah untuk 32 anak yatim piatu. Bantuan PKN kali ini tentu sangat membantu meringankan beban hidup anak-anak yatim tersebut,” kata dia.
Mengenai pembiayaan rumah singgah, Edi mengatakan, seluruh anggota Komunitas Gothal yang berjumlah sekitar 125 orang sudah sepakat menyumbang Rp 50.000 hinggga Rp 100.000 per bulan atau Rp 1.000 per hari.
Baca juga: Anas Urbaningrum: Jika Arsjad Rasjid di Kolam Pemenang Pilpres, Tidak Akan Ada Munaslub
“Ini sudah komitmen kami. Kami harus menyisihkan rejeki untuk membantu anak-anak yatim. Walau berat, tetapi harus kami lakukan,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hut-pkn-dan-ojol.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.