Senin, 27 April 2026

Soal TKA Diduga Bocor di Live Tiktok, PGRI Minta Sekolah Perkuat Pengawasan 

Sekjen PGRI Dudung Abdul menyoroti pentingnya pengawasan di sekolah untuk mencegah penyalahgunaan teknologi oleh siswa.

Hasil Olah AI/gemini.com
PENGAWASAN - Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Abdul, menyoroti pentingnya pengawasan di tingkat sekolah menyusul dugaan aksi pembocoran soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) lewat siaran langsung atau live Tiktok.  

Ringkasan Berita:
  • Sekjen PGRI Dudung Abdul menyoroti pentingnya pengawasan di sekolah untuk mencegah penyalahgunaan teknologi oleh siswa.
  • Hal ini menyusul dugaan pembocoran soal TKA lewat siaran langsung TikTok.
  • Pemerintah pusat dan daerah telah memberikan edukasi kepada guru, kepala sekolah, dan orang tua untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA sebagai potret capaian siswa.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dudung Abdul, menyoroti pentingnya pengawasan di tingkat sekolah menyusul dugaan aksi pembocoran soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) lewat siaran langsung atau live Tiktok. 

Dudung menilai pengawasan di sekolah harus diperkuat untuk mencegah insiden serupa dengan yang sempat beredar di media sosial.

"Secara keseluruhan pelaksanaan TKA di tingkat SMA berjalan lancar karena sampai saat ini belum ada laporan terkait hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi kita juga harus waspada, jangan sampai ada siswa yang membocorkan soal untuk gelombang berikutnya," ujar Dudung kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, potensi penyalahgunaan teknologi oleh siswa menjadi peringatan bagi sekolah untuk meningkatkan fungsi kepemimpinan dan tata kelola pendidikan. 

"Ini yang saya maksud, leadership dan tata kelola sekolah harus ditingkatkan. Salah satunya adalah fungsi pengawasan. Kalau pengawasan di sekolah cukup kuat, peristiwa seperti yang muncul di TikTok itu tidak akan terjadi," ucapnya. 

Pemerintah pusat dan daerah, kata Dudung, sedianya telah melakukan sosialisasi serta edukasi kepada para guru, kepala sekolah, dan masyarakat.

Sosialisasi TKA ini untuk menjaga integritas pelaksanaan TKA. 

"Pemerintah sudah memberi edukasi agar seluruh pihak guru, sekolah, hingga orang tua bersama-sama menyukseskan TKA sebagai potret diri siswa dalam menyelesaikan satuan pendidikan," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter yang tidak hanya sebatas administrasi, melainkan harus diimplementasikan dan dibiasakan dalam kegiatan sekolah. 

"Pendidikan karakter jangan hanya dicatat di atas kertas. Harus dipantau, dibiasakan, dan dihidupkan lewat kegiatan kokurikuler. Pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan cara berpikir sistematis itu yang perlu diperkuat," pungkasnya.

Sebelumnya, Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen melakukan pemeriksaan terhadap siswa yang melakukan siaran langsung atau live Tiktok saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). 

Tim Itjen Kemendikdasmen sedang berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk memverifikasi laporan, menelusuri kronologi kejadian.

Pemeriksaan juga dilakukan Kemendikdasmen kepada pihak sekolah asal siswa tersebut. 

Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul mengatakan tim sudah mengumpulkan bukti-bukti awal, termasuk rekaman digital dan laporan lapangan dari posko daerah dan pusat. Semua laporan ini akan diproses secara hati-hati dan transparan. 

"Kami memastikan bahwa tindak lanjut dilakukan sesuai prosedur dan regulasi, tanpa kompromi dan mengedepankan integritas," katanya. 

Kemendikdasmen menekankan pentingnya peran guru, kepala sekolah, pengawas, dan orang tua dalam menjaga lingkungan ujian yang jujur dan kondusif.

"Kami terus mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga integritas dalam pelaksanaan TKA. Kecurangan sekecil apa pun dapat mencederai kepercayaan publik terhadap proses sistem penilaian nasional," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved