Banjir Bandang
Prabowo Telepon Kepala BNPB dan Basarnas Minta Evakuasi Cepat Koban Bencana Banjir Sumatera
Prabowo menginstruksikan agar jajarannya melakukan evakuasi cepat terhadap korban terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ringkasan Berita:
- Prabowo instruksikan semua sektor gerak cepat mengevakuasi korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
- Presiden Prabowo langsung menghubungi Kepala BNPB dan Kepala Basarnas beserta tim untuk segera menuju lokasi melakukan evakuasi korban dengan cepat
- Tugaskan Pratikno terus memantau dan mengkoordinasikan jalannya evakuasi serta penanganan para korban terdampak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar jajarannya melakukan evakuasi cepat terhadap korban terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Hal itu disampaikan Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun instagram resmi Sekretariat Kabinet.
"Salah satu pokok pembahasan penting adalah instruksi Presiden agar seluruh sektor terus bergerak cepat dalam mengevakuasi korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta memastikan bantuan terus-menerus dikirimkan ke lokasi-lokasi terdalam," kata Seskab Teddy.
Presiden telah memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri PU, dan Menteri Sosial agar mengerahkan jajarannya dalam penanganan bencana tersebut.
Baca juga: BNPB Ungkap 5 Orang Meninggal Dunia dan 4 Hilang Imbas Banjir Bandang di Humbang Hasundutan Sumut
Termasuk tim medis dari kesehatan TNI-Polri dan Kemenkes.
Prabowo Telepon Langsung Kepala BNPB
Seskab Teddy mengatakan pada malam terjadinya bencana di Tapanuli, Presiden Prabowo langsung menghubungi Kepala BNPB dan Kepala Basarnas beserta tim untuk segera menuju lokasi melakukan evakuasi korban dengan cepat.
"Selanjutnya menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan," katanya.
Presiden Prabowo juga menugaskan Menko PMK, Pratikno, sebagai koordinator untuk terus memantau dan mengkoordinasikan jalannya evakuasi serta penanganan para korban terdampak.
Baca juga: Bencana Banjir dan Longsor di Sumut Hingga Aceh, Menko Cak Imin: Ini Bulan Bencana
Bencana banjir terjadi sejumlah wilayah di Indonesia mulai dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Hujan berintensitas tinggi sejak 24 November 2025 di Kota Lhokseumawe menyebabkan debit air meningkat dan memaksa sekitar 100 kepala keluarga mengungsi.
Bencana serupa terjadi di Kabupaten Aceh Barat, di mana hujan lebat membuat sungai di DAS Krueng Woyla dan Meureubo meluap hingga berdampak pada 183 KK dan menimbulkan pengungsian bagi 33 KK.
Sementara itu di Kabupaten Aceh Utara, hujan sedang hingga lebat yang turun berjam-jam, ditambah drainase tersumbat serta limpasan dari wilayah perbukitan, menyebabkan banjir meluas. Akibatnya, 2.668 KK terdampak dan lebih dari 1.200 KK mengungsi.
Kemudian di Aceh Timur hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sungai meluap dan menenggelamkan permukiman, mempengaruhi hampir 8.000 KK dengan lebih dari 900 KK harus mengungsi.
Banjir juga terjadi di Aceh Singkil, setelah Sungai Lae Cinendang meluap akibat hujan berintensitas tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-memimpin-rapat-terbatas-321.jpg)