Jumat, 17 April 2026

Menkop: Ekosistem Minyak Jelantah Berbasis Koperasi Bawa Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Koperasi juga didorong menjadi bagian dari rantai pasok modern yang terdigitalisasi dan terhubung dengan pasar global.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Willem Jonata
HO/IST
MINYAK JELANTAH - Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan ekosistem minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) berbasis koperasi di Indonesia. Penandatanganan berlangsung pada 25 November 2025 di Kementerian Koperasi. 
Ringkasan Berita:
  • Kemenkop mendorong pengembangan mengembangkan ekosistem minyak jelantah (UCO) berbasis koperasi.
  • Hal ini terkait investasi jangka panjang di sektor ekonomi sirkular Indonesia.
  • Pemerintah dan Dekopin menegaskan kerja sama ini akan meningkatkan daya saing koperasi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), dan Mercantile & Maritime Energy Pte. Ltd. (MENA) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan ekosistem minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) berbasis koperasi di Indonesia.

MoU tersebut menjadi payung kerja sama dalam penguatan koperasi sebagai pelaku utama dalam pengumpulan dan rantai nilai bisnis minyak jelantah.

Kerja sama mencakup pemetaan dan pertukaran data, penguatan literasi, akses pendanaan, pemasaran, serta pelaksanaan proyek percontohan. 

CEO dan Founder MENA, Murtaza Lakhani, menyebut kolaborasi ini menjadi langkah awal investasi jangka panjang perusahaan di sektor ekonomi sirkular di Indonesia.

Baca juga: Menkop Ferry Tugaskan Koperasi Mitra Terbaik LPDB Menjadi Kakak Asuh KDKMP

“Ke depan, MENA akan terus berinvestasi di koperasi dan sektor-sektor yang selama ini kurang dilirik investor, termasuk pengembangan ekosistem minyak jelantah,” ujar Lakhani di kantor Kementerian Koperasi, Selasa (25/11/2025).

Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Yuliantono, menegaskan bahwa kerja sama ini akan mendorong koperasi naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok global.

“Koperasi didorong menjadi bagian dari rantai pasok modern yang terdigitalisasi dan terhubung dengan pasar global. Pemerintah akan memastikan fasilitasi agar manfaat ekonomi dan lingkungan bisa dirasakan masyarakat,” kata Ferry. 

Sementara itu, Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, menyambut kerja sama ini sebagai peluang peningkatan daya saing koperasi.

“Dekopin akan memetakan koperasi yang siap terlibat agar mendapat akses pendanaan, pendampingan, dan kepastian penyerapan yang lebih baik,” ujar Bambang. 

MoU ini merupakan pernyataan komitmen awal sebelum dilanjutkan ke penyusunan perjanjian kerja sama teknis secara lebih rinci.(Wahyu Aji)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved