Banjir Bandang di Sumatera
Titik Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, dilanda banjir-tanah longsor dipicu cuaca ekstrem, puluhan ribu mengungsi per Kamis (27/11/2025).
Ringkasan Berita:
- Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, dilanda banjir hingga tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem.
- Cuaca ekstrem di Sumbar memicu banjir dan longsor di 13 kabupaten/kota, termasuk Tanahdatar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Pasaman.
- Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir menggenangi 16 Kabupaten/Kota.
TRIBUNNEWS.COM - Indonesia tengah dilanda rentetan kejadian bencana alam di sejumlah provinsi di Pulau Sumatra.
Tiga provinsi, yakni Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh, dilanda banjir hingga tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
Selain korban jiwa, puluhan orang hilang masih dalam pencarian, dan puluhan ribu warga mengungsi di titik aman.
Di Sumatra Utara, wilayah yang dipimpin Gubernur Bobby Nasution ini, ada 15 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor.
Adapun daerah yang terdampak bencana cukup besar, meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Tengah.
Sejak Senin (24/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) malam, banjir dan tanah longsor menewaskan 34 orang dan membuat 52 korban lainnya hilang.
Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP telah dikerahkan untuk evakuasi di lokasi terdampak.
Sementara di Provinsi Sumatra Barat, 13 kabupaten/kota terdampak bencana mulai banjir, longsor, angin kencang hingga pohon tumbang imbas cuaca ekstrem.
Dikutip dari TribunJambi.com, 13 daerah tersebut, meliputi Padang, Padangpariaman, Kota Solok, Agam, Kota Pariaman, Bukittinggi, Padangpanjang, Tanahdatar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota.
Titik Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
- Kabupaten/Kota di Sumut Terdampak Banjir dan Longsor
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, setidaknya 15 kabupaten/kota terdampak dampak banjir, longsor, hingga pohon tumbang per Kamis (27/11/2025).
Baca juga: Banjir Sumut 34 Orang Meninggal, Kemendagri–BNPB Dirikan Posko Nasional di Tapanuli Utara
Daftar daerah terdampak banjir di Sumut:
- Kota Medan
- Kabupaten Langkat
- Kota Tebing Tinggi
- Kabupaten Tapanuli Selatan
- Kabupaten Tapanuli Tengah
- Kabupaten Tapanuli Utara
- Kabupaten Humbang Hasundutan
- Kota Sibolga
- Kabupaten Mandailing Natal
- Kabupaten Deliserdang
- Kabupaten Pakpak Bharat
- Kabupaten Serdangbedagai
- Kota Padang Sidempuan
- Kabupaten Nias
- Kabupaten Nias Selatan
34 Orang Meninggal, 52 Lainnya Hilang, Ribuan Warga Mengungsi
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) telah mengeluarkan data sementara korban jiwa dan korban hilang akibat bencana alam sejak 24 November hingga 26 November 2025.
Data korban meninggal dunia sementara ada 34 orang, 52 orang masih hilang, dan 11 orang luka berat, dan 77 orang luka ringan.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan, mengatakan korban jiwa terbanyak dari Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 17 orang.
Kemudian, 8 orang meninggal dunia di Kota Sibolga.
"Data sementara korban jiwa 54 orang. Kabupaten Tapanuli Selatan 17 orang,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Kamis (27/10/2025), dilansir Tribun-Medan.com.
Adapun jenis kejadian yang melanda Sumut sebanyak 86, terdiri dari banjir 53 kejadian, pohon tumbang 7, dan puting beliung 2 kejadian.
Akibat bencana alam banjir dan longsor ini, sebanyak 1.168 mengungsi ke tenda darurat dan berbagai tempat.
Data ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten Kota terdampak bencana terhitung sejak 24 November dan 26 November.
Namun, belum termasuk dari Kota Medan, Tebing Tinggi, dan Deliserdang.
- 13 Titik Wilayah di Sumbar Terdampak Banjir
Selain di Sumatra Utara, cuaca ekstrem hujan deras juga memicu banjir dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar).
Sebanyak 13 kabupaten/kota di Sumbar mengalami berbagai bencana mulai banjir, longsor, angin kencang hingga pohon tumbang imbas cuaca ekstrem.
Adapun kabupaten yang paling parah bencananya, yakni Kabupaten Padangpariaman.
Puluhan rumah terdampak banjir dan ribuan warga mengungsi imbas bencana hidrometeorologi di provinsi yang dipimpin Gubernur Mahyeldi Ansharullah ini.
Bencana alam ini juga membuat sejumlah titik jalan amblas, bangunan rusak, lahan pertanian terendam dan rusaknya infrastruktur.
Berikut daerah terdampak banjir di Sumbar
Dari data BPBD Sumbar hingga Selasa (25/11/2025), 13 kabupaten/kota terdampak banjir, yakni:
- Padang
- Padangpariaman
- Kota Solok
- Agam
- Kota Pariaman
- Bukittinggi
- Padangpanjang
- Tanahdatar
- Pesisir Selatan
- Kabupaten Solok
- Pasaman
- Pasaman Barat
- Limapuluh Kota
Korban Tewas 9 Orang, 12 Orang Masih Dicari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan, sembilan warga meninggal dunia akibat rentetan bencana di sejumlah daerah.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mencatat total korban meninggal hingga Kamis (27/11/2025).
"Sebanyak sembilan orang meninggal dunia kita keluarkan untuk Sumatera Barat," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunpadang.com via telepon WhatsApp sekitar pukul 15.50 WIB.
Dari sembilan korban meninggal dunia tersebut, terhitung dari banjir bandang di Lubuk Minturun Kota Padang, Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.
"Sebanyak lima orang tercatat meninggal dunia akibat banjir bandang di Lubuk Minturun, tiga orang di Agam dan satu di Pasaman Barat," jelasnya.
Sementara itu, upaya pencarian terhadap 12 orang lainnya yang tersebar di Sumbar masih dilakukan.
Namun, kata Ilham, untuk korban banjir bandang di Padang Panjang, pihaknya di lapangan belum merekap data.
"Karena petugas masih di lapangan untuk pencarian, datanya belum direkap," tambahnya.
Ratusan Pengungsi Banjir Bandang di Malalak Agam
Ratusan pengungsi korban banjir bandang di Toboh, Malalak Timur, Agam, Sumbar.
Nasib memprihatinkan dialami korban yang mengungsi di Malalak Timur tersebut. Sebab, mereka terisolir akibat jalan penghubung ke lokasi pengungsian terputus, Kamis (27/11/2025).
Jorong Toboh Malalak Timur berjarak 64 kilometer dari Kantor Bupati Agam, dan 26,8 kilometer dari Jam Gadang Bukittinggi.
Staf Kecamatan Malalak, Yoggi Alvi Hamdani, mengatakan total pengungsi yang terisolir mencapai 400 orang lebih.
Masih mengutip Tribun Padang, Yoggi menjelaskan, kondisi mutakhir di lokasi bencana jembatan penghubung antara Malalak Selatan dan Malalak Barat putus.
Kemudian, jembatan penghubung Malalak Selatan ke Malalak Timur putus, dan jalan penghubung Malalak Utara ke Malalak Barat rusak.
“Akibatnya akses kendaraan roda dua dan roda empat menuju ke lokasi pengungsian di jorong Campago, Bukik Malanca dan Limo Badak tidak bisa dilalui,” jelas Staf Kecamatan Malalak itu.
- Titik Banjir di Aceh
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan titik banjir di 16 Kabupaten/Kota per Kamis, 27 November 2025 sore.
Banjir di Aceh tersebut, sebagian besar kejadian masih dipicu oleh curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta tanah longsor.
Berikut 16 kabupaten/kota terdampak banjir:
- Pidie
- Aceh Besar
- Pidie Jaya
- Aceh Tamiang
- Aceh Tenggara
- Aceh Barat
- Subulussalam
- Bireuen
- Lhokseumawe
- Aceh Timur
- Langsa
- Bener Meriah
- Gayo Lues
- Aceh Singkil
- Aceh Utara
- Aceh Selatan
Baca juga: Bencana Banjir dan Longsor di Sumut Hingga Aceh, Menko Cak Imin: Ini Bulan Bencana
Puluhan Ribu Warga Mengungsi
Selama periode 18 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 27 November 2025 pukul 16.00 WIB, rumah milik 33.817 KK/119.988 Jiwa dan 6.998 KK/20.759 Jiwa mengungsi akibat banjir.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan kondisi banjir di 9 kabupaten/kota di Provinsi Aceh hingga 26 November 2025 pukul 12.00 WIB.
Bencana banjir berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa. Sementara 455 kepala keluarga atau 1.497 jiwa terpaksa mengungsi. Banjir, tanah bergerak, dan tanah longsor terjadi secara meluas dan masih berlangsung di banyak wilayah.
Di Kabupaten Bener Meriah, satu orang dinyatakan hilang terseret arus Ketika banjir bandang terjadi wilayah kecamatan Wih Pesam.
Akibat hujan deras mengguyur wilayah Bener Meriah, menyebabkan terjadinya longsor sekira pukul 16.30 WIB di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (19/11/2025).
Banjir lantas menggenangi 10 Kecamatan seperti di Kec. Bandar, Kec. Bener Kelipah, Kec. Bukit, Kec. Gajah Putih, Kec. Mesidah, Kec. Permata, Kec. Pintu Rime Gayo, Kec. Syiah Utama, Kec. Timang Gajah dan Kec. Wih Pesam.
Mengutip situs Badan Penanggulangan Bencana Aceh, bpba.acehprov.go.id, wilayah Aceh Besar mulai terdampak banjir Kamis kemarin, dengan ketinggian sekitar 30-50 cm pada 23 kecamatan dengan jumlah 36 KK mengungsi.
Sementara Kabupaten Pidie terdampak pada 2.979 KK/12.853 Jiwa terdampak dan 2.081 KK/7.585 jiwa mengungsi ke posko banjir di kecamatan masing-masing dikarenakan banjir belum surut.
Cuaca ekstrem di Kabupaten Aceh Timur sejak Sabtu, 22 November 2025, juga mengakibatkan banjir dan angin kencang di sejumlah Desa.
Banjir berdampak pada 7.972 KK/29.706 Jiwa dan mengungsi 920 KK/2.456 Jiwa.
Saat ini, sembilan kabupaten/kota di Aceh telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.
Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menjelaskan penetapan status darurat ini dilakukan langsung oleh kepala daerah masing-masing berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Pemerintah daerah di seluruh Aceh pun sudah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk pengaktifan posko siaga darurat, evakuasi warga terdampak, penyediaan logistik darurat, dan pemantauan data cuaca serta debit sungai.
- Sikap Pemerintah terhadap Bencana Banjir di Sumut, Sumbar, Aceh
Terkini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya melakukan evakuasi cepat terhadap korban terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Instruksi tersebut, disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/11/2025).
"Salah satu pokok pembahasan penting adalah instruksi Presiden agar seluruh sektor terus bergerak cepat dalam mengevakuasi korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta memastikan bantuan terus-menerus dikirimkan ke lokasi-lokasi terdalam," disampaikan Sekretariat Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, melalui akun instagram resmi @Sekretariat.kabinet.
Presiden juga memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri PU, dan Menteri Sosial agar mengerahkan jajarannya dalam penanganan bencana tersebut.
Termasuk tim medis dari kesehatan TNI-Polri dan Kemenkes.
Prabowo Telepon Langsung Kepala BNPB
Seskab Teddy mengatakan, Presiden Prabowo menghubungi langsung Kepala BNPB dan Kepala Basarnas beserta tim ketika malam terjadinya bencana di Tapanuli, Sumut.
Presiden meminta tim BNPB dan Basarnas segera menuju lokasi melakukan evakuasi korban dengan cepat.
"Selanjutnya menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan," katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, sebagai koordinator untuk terus memantau dan mengkoordinasikan jalannya evakuasi serta penanganan para korban terdampak.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Taufik Ismail, Abdul Qodir, Tribunpadang.com/Muhammad Iqbal, Panji Rahmat, Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-Kepung-Aceh-Sumut-Hingga-Sumbar_20251128_074547.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.