Senin, 11 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Banjir Sumut 34 Orang Meninggal, Kemendagri–BNPB Dirikan Posko Nasional di Tapanuli Utara

Banjir dan longsor Sumut tewaskan 34 warga, 52 hilang. Posko nasional di Taput jadi pusat logistik udara, pengungsi menanti bantuan.

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
HO/IST
BANJIR SUMUT - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, memimpin langsung tim ke lokasi banjir dan longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (26/11/2025). Pemerintah pusat melalui Kemendagri bersama BNPB juga mendirikan posko nasional di lokasi bencana banjir longsor lainnya di Sumut, yakni di Kabuapten Tapanuli Utara.  
Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor Sumut tewaskan puluhan warga, puluhan lainnya masih hilang dicari tim gabungan.
  • Posko nasional di Taput jadi pusat logistik udara tangani bencana lintas kabupaten/kota.
  • Jalan terputus, pengungsi menunggu bantuan, helikopter baru mendarat Jumat sore.

TRIBUNNEWS.CO, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Senin (24/11/2025), menewaskan 34 orang dan membuat 52 lainnya hilang.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendirikan posko nasional di Tapanuli Utara sebagai pusat logistik udara untuk mempercepat penanganan darurat di seluruh wilayah terdampak.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan koordinasi intensif terus dilakukan agar tanggap darurat berjalan efektif.

“Malam ini kami siapkan posko nasional di Taput, karena kami rencanakan menjadi pusat logistik udara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (26/11/2025).

Ia menambahkan, tim Kemendagri telah berada di Taput dan berkoordinasi langsung dengan Bupati serta aparat keamanan setempat.

BNPB menjadwalkan penerbangan pesawat caravan charter pada Kamis (27/11) pukul 10.00 WIB untuk meninjau Sibolga dan Tapanuli Tengah sekaligus mengirim bantuan. Helikopter logistik baru dapat mendarat pada Jumat (28/11) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Tim PU (Dinas Pekerjaan Umum) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terus berupaya membuka jalan. Namun longsor [susulan] terus terjadi karena hujan,” jelas Safrizal.

Baca juga: Data dan Fakta Beda Bandara IMIP dengan Bandara Morowali yang Diresmikan Jokowi

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP telah dikerahkan untuk evakuasi di lokasi terdampak.

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, menyebut tim gabungan masih mencari korban hilang. Ia menjelaskan pencarian dilakukan di titik longsor yang sulit dijangkau, sementara kondisi cuaca memperlambat proses evakuasi.

Menurut laporan Tribun Medan dan Kompas TV, warga pengungsi mengaku kesulitan mendapatkan makanan, pakaian, dan akses komunikasi. Mereka menyampaikan listrik padam dan jalan terputus membuat bantuan sulit masuk, sehingga kondisi di posko pengungsian semakin memprihatinkan.

BNPB menjelaskan curah hujan tinggi yang memicu banjir dan longsor dipengaruhi oleh Siklon Tropis KOTO dan bibit siklon 95B. Dampak hidrometeorologi ini memperluas risiko bencana di Sumatera Utara, termasuk Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.8/9333/SJ pada 18 November 2025 tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Konsolidasi dilakukan melalui rapat koordinasi virtual pada 21 November 2025, diikuti BPBD, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran dari seluruh daerah.

Warga Taput kini bertahan di pengungsian dengan keterbatasan logistik, menanti bantuan tiba di tengah jalan terputus dan hujan yang tak kunjung reda.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved