Kamis, 9 April 2026

Ledakan di Jakarta Utara

Dua Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di Rumah Sakit

Polisi mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kasus ledakan ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).

Tribunnews.com/Reza Deni
LEDAKAN DI SMAN 72 - Suasana di SMAN 72 Jakarta tiga hari setelah ledakan terjadi di sekolah tersebut. Adapun murid-murid di sekolah tersebut melangsungkan kegiatan belajar secara daring, sehingga tidak ada aktivitas belajar di SMAN 72 Jakarta. Beberapa petugas polisi militer TNI AL tampak berjaga di dalam sekolah, Senin (10/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Polisi mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kasus ledakan ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, masih ada dua korban yang dirawat di rumah sakit.
  • Sementara itu, pelaku anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F sudah keluar dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kasus ledakan ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, masih ada dua korban yang dirawat di rumah sakit.

Mereka dirawat di dua rumah sakit berbeda, yakni satu pasien di RS Yarsi dan satu pasien lagi di RSCM.

Sementara itu, pelaku anak berkonflik dengan hukum (ABH) berinisial F sudah keluar dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Budi Hermanto menyatakan bahwa F sudah dipindahkan ke rumah aman.

"ABH sudah keluar dari RS dan masih dilakukan penanganan psikis oleh dokter psikologis," ucapnya kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Ia menyebut, pemindahan F ke rumah aman berdasarkan hasil koordinasi lintas lembaga yang menangani kasus tersebut.

"(ABH) dititip di rumah aman hasil koordinasi dengan Dinsos, KPAI, Bapas, UPT P3A, dan Apsifor," tuturnya.

Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta dipastikan telah kembali berlangsung normal. 

Pendampingan terhadap korban dan keluarga korban juga masih terus dilakukan, termasuk melalui tim trauma healing.

“Pendampingan masih berjalan bagi keluarga korban maupun para korban. Tim trauma healing terus memberikan dukungan,” jelasnya.

Baca juga: Pelaku Ledakan Bom SMAN 72 Jakarta Sudah Keluar dari RS Polri, Dititip ke Rumah Aman

Sebagai informasi, penyidik Polda Metro Jaya sudah memeriksa 46 saksi anak terkait insiden ledakan bom di SMAN 72 Jakarta yang terjadi 

Saksi anak tersebut berstatus sebagai siswa/siswi. Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan kegiatan observasi dari tim Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor).

Kemudian, ayah dari F juga sudah diambil keterangannya. Adapun insiden ledakan bom tersebut mengakibatkan sejumlah korban dilarikan ke rumah sakit.

Total korban akibat peristiwa ledakan tersebut sebanyak 96 orang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini.

Pentingnya Deteksi Dini

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved