Ahmad Ali: PSI Memang Kecil, Tapi di Belakangnya Ada Orang Besar
Ahmad Ali akui PSI partai kecil, tapi punya patron besar: Jokowi. Ia minta kader jaga kehormatan Jokowi di tengah sorotan politik.
Ringkasan Berita:
- Ahmad Ali akui PSI partai kecil, tapi punya patron politik yang besar.
- Pernyataan soal Jokowi dan Kaesang jadi sorotan dalam Rakorwil PSI Ambon.PSI ingin kadernya jaga
- Jokowi di tengah dinamika politik nasional.
TRIBUNNEWS.COM, AMBON – Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyatakan bahwa PSI adalah partai kecil, namun memiliki patron politik besar di belakangnya, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah PSI Se-Maluku di Kota Ambon, Sabtu (29/11/2025), yang turut menyoroti posisi PSI dalam dinamika politik nasional.
Ahmad Ali menyebut bahwa anggapan PSI sebagai partai kecil bukan hal yang keliru.
Menurutnya, label tersebut justru menjadi titik refleksi bagi partai untuk memahami posisinya secara realistis.
"Orang boleh berkata bahwa Partai Solidaritas Indonesia ini adalah partai yang kecil, partai yang belum punya kekuatan, itu juga tidak salah," ujar Ali dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pernyataannya belakangan ini ramai dipersoalkan oleh partai lain. Namun, menurutnya, apa yang ia sampaikan adalah bentuk refleksi politik, bukan klaim kekuasaan.
"Betul partai kecil, tapi di belakangnya orang besar. Kita punya patron politik yang namanya Joko Widodo," tegasnya.
Baca juga: Bawaslu Endus Modus Politik Uang via Relawan dan Doorprize Jelang Pemilu 2029
Ali menyinggung Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI sekaligus putra Presiden ke‑7 RI Joko Widodo.
Menurutnya, Kaesang dan dirinya masih kecil secara politik, tetapi berada dalam orbit patron yang diakui luas. Ia kemudian meminta kader PSI menjaga kehormatan Jokowi, terutama di tengah dinamika politik nasional yang menurutnya kerap mengabaikan jasa pemimpin.
"Mas Kaesang, Ahmad Ali yang kecil. Tapi ketika kita bicara patron politik kita namanya Joko Widodo, semua Negara Kesatuan Indonesia ini mengakui kontribusi beliau terhadap republik ini," ucapnya.
Pernyataan Ahmad Ali ini muncul di tengah sorotan publik terhadap arah dukungan PSI dan posisi Jokowi dalam lanskap politik 2025. Dalam forum yang sama, Ali juga menyinggung gaya politik sejumlah partai yang menurutnya cepat melupakan jasa kader.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari partai-partai lain terkait pernyataan Ahmad Ali. Tribunnews.com masih berupaya mengonfirmasi untuk menghadirkan informasi berimbang.
Ahmad Ali sendiri merupakan mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem yang bergabung ke PSI pada 26 September 2025. Ia langsung dilantik sebagai Ketua Harian DPP PSI periode 2025–2030 mendampingi Kaesang Pangarep. Sejak itu, Ali aktif melakukan konsolidasi politik PSI di berbagai daerah, mulai dari menjadikan Sulawesi Tengah sebagai basis utama, menyasar pemilih muda di Bandung, mengumumkan bergabungnya Rudi di Kepulauan Riau, hingga menutup Rapat Koordinasi Wilayah PSI se‑Sulawesi Tenggara.
Di tengah sorotan politik, Ahmad Ali ingin PSI tetap rendah hati—meski kecil, tetap menjaga yang besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-Harian-PSI-Ahmad-Ali-menyampaikan-sambutan-dalam-Rakorwil-PSI-Se-Maluku-Ambon.jpg)