Rabu, 29 April 2026

Reshuffle Kabinet

Dudung Jadi KSP, Analis Politik dan Militer: Prabowo Berharap Eks KSAD Bisa seperti Luhut Era Jokowi

Analis politik dan militer, Selamat Ginting, menilai Prabowo berharap KSP Dudung bisa seperti Luhut saat menjadi KSP era Jokowi.

Tayang:
Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
JADI KSP - Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman resmi menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Analis politik dan militer, Selamat Ginting, menilai Prabowo berharap KSP Dudung bisa seperti Luhut saat menjadi KSP era Jokowi.
  • Penempatan Dudung sebagai KSP dianggap sebagai sinyal penguatan kontrol politik dan komunikasi di pemerintahan, agar koordinasi antara presiden, menteri, dan pemerintah daerah lebih lancar serta tidak terhambat oleh kendala komunikasi.
  • Menurut Selamat Ginting, Prabowo lebih menyukai gaya kepemimpinan Dudung yang tegas dan langsung dibandingkan Moeldoko.

TRIBUNNEWS.COM - Analis politik dan militer Selamat Ginting menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto berharap Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bisa menjadi sosok seperti Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi KSP pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Menurut Selamat Ginting, Prabowo membutuhkan sosok purnawirawan jenderal bintang empat seperti Dudung untuk menjabat sebagai KSP.

Prabowo melantik Dudung menjadi KSP menggantika M Qodari di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026).

"Penempatan Dudung sebagai Kepala Staf Presiden menurut saya ini sebuah sinyal dari Prabowo Subianto, bahwa istana ingin pengendalian itu lebih kuat dengan mendorong orang ini menjadi KSP, terutama dalam pelaksanaan kebijakan," kata Ginting, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (29/4/2026).

Ginting menilai bahwa KSP merupakan jabatan yang penting untuk mengatur berbagai isu strategis.

"KSP itu sesungguhnya dalam tanda petik adalah dapur politik yang bisa mengorkestrasi berbagai isu strategis, mulai dari komunikasi publik hingga pengawalan program prioritas," ujarnya.

"Sepertinya figur Dudung ini menurut saya diharapkan bisa seperti Luhut Binsar Pandjaitan pada saat menjadi KSP. Dia butuh figur militer yang kuat," lanjutnya.

Baca juga: Kini Jabat KSP, Dudung Abdurachman Dinilai Harus Jadi Mata dan Telinga Prabowo

Lebih lanjut, Selamat Ginting menyebut bahwa gaya kepemimpinan Dudung cenderung berwibawa sebagai seorang komandan sehingga Prabowo berharap sosoknya bisa seperti Luhut.

"Pendekatannya lebih cepat dan langsung dan kemungkinan akan menjadi ciri khas KSP lagi seperti di eranya LBP," tuturnya.

Menurut Ginting, Prabowo tidak terlalu menyukai gaya kepemimpinan Moeldoko saat menjadi KSP sehingga ia lebih berharap Dudung bisa menjadi seperti Luhut.

"Daripada Moeldoko yang lebih masuk ke politik praktis mengambil Demokrat. Nah, Prabowo enggak suka dengan gaya-gaya modelnya Moeldoko," kata dia.

"Model-model LBP yang bisa menyelesaikan misalnya 'eh apa kau' kira-kira gitu. Tapi Dudung dengan gaya sundanya, dengan tipikal commanding kemungkinan bisa melakukan hal itu. Barangkali itu yang diinginkan oleh Prabowo dari figur Dudung ini," jelasnya.

Ginting berpandangan bahwa Prabowo memberi amanah kepada Dudung untuk menjadi KSP agar komunikasi antara para menteri dengan presiden istana bisa berjalan lancar.

"Karena kan dianggap ada komunikasi yang mampet di istana. Barangkali seorang Dudung akan lebih keras dan juga bisa menjadi penghubung antara menteri-menteri dengan presiden, pemerintahan provinsi dengan presiden yang mungkin tidak terjembatani karena ada kendala psikologis, kendala komunikasi di situ," ungkapnya.

Sebelumnya, Dudung telah memberikan respons atas kritik sejumlah pihak mengenai dominasi latar belakang militer dalam kabinet pemerintah. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved