Banjir Bandang di Sumatera
Pertamina Kirim BBM ke Sumatera dengan Hercules, Prioritas Alat Berat Evakuasi
BBM darurat ke Sumatera diangkut Hercules dan feri. Warga panik, BNPB catat ratusan korban, evakuasi korban bergantung alat berat.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pertamina mengirim bahan bakar minyak (BBM) darurat ke wilayah banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatera dengan pesawat Hercules dan kapal feri, memprioritaskan pasokan untuk alat berat yang digunakan dalam evakuasi korban.
Bencana hidrometeorologi ini melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, dengan dampak paling parah berupa jalan terputus, jembatan rusak, serta ribuan warga mengungsi. Badadn Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan korban jiwa dan ratusan lainnya masih hilang di ketiga provinsi tersebut.
“Jadi sesuai dengan arahan dari pemerintah, yang kita amankan pertama adalah BBM untuk alat-alat berat,” kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza, usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Selain untuk alat berat, BBM juga disiapkan bagi transportasi udara yang membawa korban serta mendistribusikan pasokan ke daerah-daerah terisolasi.
“Juga untuk transportasi avtur (bahan bakar pesawat) yang akan membawa korban dan juga membawa BBM ke daerah-daerah yang terputus,” sambungnya.
Pertamina akan menyalurkan BBM dengan cara darurat menggunakan drum dan jeriken. Pasokan tersebut kemudian diangkut dengan pesawat Hercules dan kapal feri menuju lokasi bencana.
“Jadi ada yang dengan jeriken, ada juga dengan drum. Kemudian drumnya dibawa dengan Hercules. Dan juga kami sedang komunikasinya juga dengan bekerjasama dengan feri,” ujar Oki.
Distribusi BBM darurat ini diprioritaskan ke kawasan yang akses jalannya terputus akibat banjir bandang. Pertamina menegaskan pihaknya mengeksplorasi semua moda transportasi agar pasokan energi tetap sampai ke lokasi terdampak.
“Jadi kita eksplor semua macam cara untuk transportasi memberikan BBM ke daerah-daerah yang terkena banjir,” pungkas Oki.
Baca juga: Satgas PKH Usut Misteri Ribuan Kayu Gelondongan Banjir Sumut, Benarkah Pembalakan Liar?
442 Warga Meninggal Dunia
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Minggu (30/11/2025), total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang akibat banjir dan longsor di tiga provinsi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
- Di Sumatera Utara: 217 korban meninggal.
- Di Sumatera Barat: 129 korban meninggal.
- Di Aceh: 96 korban meninggal.
Ribuan warga masih bertahan di tenda darurat, dengan akses jalan dan jembatan rusak parah.
Suara Warga Terdampak
Kesaksian warga menggambarkan kepanikan dan kecemasan di tengah banjir bandang.
“Seluruh warga diminta bangun dan waspada. Kami berlari mencari tempat berlindung di tengah hujan deras,” kata Nofriadi (40), warga Kampung Baru Berok, Padang, Sumatera Barat, dikutip dari Kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-Kepung-Aceh-Sumut-Hingga-Sumbar_20251128_140725.jpg)