Minggu, 11 Januari 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Akses Sulit, Kemendikdasmen Akui Pendataan Siswa Terdampak Bencana Sumatera Terhambat

Menurut Muti, akses menuju beberapa titik masih tertutup sehingga petugas belum bisa menjangkau seluruh area.

Penulis: Reza Deni
Tribunnews.com/Reza Deni
BENCANA SUMATERA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025) malam. Muti menjelaskan soal pihaknya yang mengupayakan para anak di lokasi bencana di Aceh, Sumut, Sumbar bisa tetap belajar. 
Ringkasan Berita:
  • Abdul Muti mengungkapkan masih ada kesulitan dalam pendataan pendidikan di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
  • Akses menuju beberapa titik masih tertutup sehingga petugas belum bisa menjangkau seluruh area
  • Muti menyampaikan belasungkawa kepada seluruh warga yang terdampak

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti mengungkapkan masih ada kesulitan dalam pendataan pendidikan di wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Muti, akses menuju beberapa titik masih tertutup sehingga petugas belum bisa menjangkau seluruh area.

Baca juga: Kemendikdasmen Alokasikan Rp 13,3 Miliar untuk Bantu Siswa SD hingga SMA Korban Bencana di Sumatera

“Tim kami memang belum bisa menjangkau semuanya. Akses masih sulit, dan masyarakat juga masih fokus membuka rumah dan mengamankan barang-barang mereka,” kata Muti di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).

Muti menambahkan, data akurat sangat penting untuk menentukan kebutuhan pendidikan di lapangan, mulai dari jumlah tenda belajar hingga perlengkapan sekolah yang harus disiapkan.

Di sisi lain, Muti menyampaikan belasungkawa kepada seluruh warga yang terdampak. 

"Kami berdoa mereka yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang.

Penambahan jumlah korban jiwa tersebut diketahui berdasarkan data di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12/2025), yang ter-update pada pukul 17.00 WIB.

"Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 156 jiwa," tertulis data di situs Pusatin BNPB, dikutip Senin.

Baca juga: Sehari Tiga Provinsi, Prabowo Pastikan Bantuan Korban Bencana Segera Terkirim

Adapun rinciannya, sebanyak 156 orang meninggal dunia, korban hilang 181 orang dan korban luka 1.800 di Aceh.

Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumatera Barat. Sementara jumlah korban di Sumatera Utara mencapai 283 jiwa, 169 orang hilang, dan 613 orang terluka.

Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Data ini pun terus di-update secara berkala. "Jembatan rudak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak," jelas data tersebut.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved