Minggu, 31 Mei 2026

Hakim MK Arsul Sani Tenang Hadapi Polemik Ijazah Doktoral: Saya Serahkan pada Allah

Arsul Sani hadapi polemik ijazah doktoral dengan tenang, tunjukkan dokumen asli dan dukungan NU.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ARSUL SANI - Hakim MK Arsul Sani tetap tenang hadapi polemik ijazah doktoral, serahkan semua pada Allah. 
Ringkasan Berita:
  • Arsul Sani tetap tenang dan tidak menutup diri meski polemik ijazah ramai dibicarakan publik.
  • Dia tidak membalas serangan dan memilih menjaga prasangka baik, tanpa mencari pihak yang ingin menjatuhkan.
  • Doa dan wirid dari kiai menguatkan Arsul agar tetap lapang hati.
  • Dorongan utama agar menyerahkan semua ujian hidup kepada Allah SWT.
  • Arsul tampilkan dokumen asli, transkrip, dan foto wisuda di Gedung MK.

TRIBUNNEWS.COM - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani menegaskan dirinya tetap tenang dan terbuka di tengah polemik yang mempersoalkan keabsahan ijazah doktoralnya. 

Meski isu tersebut ramai dibicarakan publik dan dikaitkan dengan dugaan adanya pihak yang tidak senang terhadap putusan-putusan MK, Arsul menyebut kehidupannya tidak banyak berubah.

“Saya tidak ada yang berubah dalam sehari-hari. Juga tidak menutup lingkungan sosial ataupun di MK,” kata Arsul dalam keterangan yang diterima, Senin (1/12/2025).

Arsul memilih untuk tidak membalas atau mencari pihak yang diduga ingin menjatuhkannya. Ia menegaskan tetap ingin menjaga pikiran positif dan mengambil hikmah dari polemik yang muncul. 

“Saya tetap ingin menjaga prasangka baik (husnuzan) kepada semuanya, dan tidak ingin menyusahkan diri dengan mencari-cari pihak yang mau menjatuhkan, apalagi membalasnya,” ujarnya dengan santai.

Tokoh yang dibesarkan di lingkungan Nahdliyyin itu menganggap polemik ini sebagai bagian dari cobaan hidup. Arsul mengaku bersyukur mendapat penguatan dari sejumlah ulama dan kiai NU yang memberinya doa serta wirid tertentu. 

“Saya bersyukur, ada Ulama atau Kiai NU yang turut menguatkan dan membesarkan hati saya agar tetap lapang, sehingga tidak down hati dan pikiran,” terangnya.

Selain dukungan para ulama, Arsul menyebut sosok yang paling kuat menguatkannya adalah sang ibu. 

“Ibu saya masih ada, dan beliau yang paling utama menguatkan saya. Beliau berpesan agar semuanya diserahkan kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Sebelumnya, Arsul telah menunjukkan ijazah doktoralnya di Gedung MK, lengkap dengan transkrip nilai dan foto kelulusan. 

Semua dokumen yang ditunjukkan merupakan asli, bukan salinan. 

Ia menegaskan tidak emosi menghadapi tudingan ijazah palsu.

Sebagai seorang Muslim, Arsul menyebut dirinya harus mengambil sikap tabayyun terlebih dahulu. 

“Saya Muslim kan, selalu diajarkan kalau kita ada masalah, ada apa, maka fatabayyanu, tabayyun dulu ya, konfirmasi dulu,” katanya.

Arsul menambahkan, pejabat publik harus menyikapi kritik secara proporsional dan tidak emosional. “Bagi saya ketika pejabat publik dikritisi itu ya kita proporsional saja lah dan kita harus menyikapinya dengan dingin tidak emosional,” tuturnya.

Awal Mula Polemik Ijazah Doktoral

Polemik ijazah doktoral Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani muncul karena tudingan bahwa gelar S3 yang ia miliki palsu.

Isu ini memicu demonstrasi dan desakan agar Arsul mundur, meski ia sudah menunjukkan dokumen asli ijazah, transkrip, dan foto kelulusan untuk membantah tuduhan tersebut.

Arsul Sani dituding memiliki ijazah doktoral palsu dari Warsaw Management University (WMU) atau Collegium Humanum, Polandia.

Aliansi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi menggelar demonstrasi di Gedung MK, Jakarta Pusat (18 November 2025), menuntut Arsul mundur dari jabatan Hakim MK.

Isu ini dikaitkan dengan adanya pihak yang tidak senang terhadap putusan-putusan MK, sehingga menyerang kredibilitas Arsul.

Sementara itu, pada 17 November 2025, Arsul menggelar konferensi pers di Gedung MK.

Ia menunjukkan ijazah asli, transkrip nilai, dan foto wisuda sebagai bukti.

Arsul menjelaskan perjalanan panjang studinya, termasuk di Glasgow Caledonian University hingga WMU, untuk meluruskan tuduhan bahwa gelarnya instan.

Arsul menegaskan tetap tenang, tidak emosional, dan memilih menjaga prasangka baik. Ia menyebut dukungan ulama NU serta pesan ibunya membuatnya kuat menghadapi polemik.

Meski Arsul sudah menunjukkan dokumen asli, sebagian pihak tetap meyakini ijazahnya palsu.

Collegium Humanum/WMU sendiri tengah diusut terkait dugaan praktik jual-beli gelar, sehingga memperkuat kecurigaan publik. Hingga kini Arsul masih menjabat sebagai Hakim MK, dan menegaskan akan tetap berpegang pada prinsip keadilan serta kebenaran hukum.

BERITA TERKAIT

Baca juga: Arsul Sani, Klarifikasi Akademik dan Kiprah Kenegaraan

Baca juga: Dua Kuasa Hukum Roy Suryo Singgung Arsul Sani, Kompak Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah

Baca juga: Kubu Roy Suryo Nilai Jokowi yang Buat Kasus Ijazah Palsu Berlarut-larut, Singgung soal Arsul Sani

Baca juga: Jokowi Diminta Tiru Arsul Sani yang Tunjukkan Ijazahnya, Politisi PSI Tak Terima: Aneh Logikanya

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved