Banjir Bandang di Sumatera
Cak Imin Ajak Tobat Nasuha Buntut Banjir Sumatera, Menteri LH Respons Begini
Banjir Sumatera 770 korban jiwa. Cak Imin seru tobat nasuha, Hanif soroti lingkungan lemah. Dua jalan atasi bencana.
Ringkasan Berita:
- Cak Imin seru tobat nasuha, Hanif respons tegas soal banjir bandang Sumatera.
- 770 korban jiwa, ratusan hilang, jutaan terdampak, publik terenyuh dan marah.
- Dua pendekatan berbeda: moral dan teknis, bikin pembaca penasaran arah solusi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq merespons pernyataan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang mengajak tobat nasuha atas adanya bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (2/12/2025) pukul 18.00 WIB, 770 orang meninggal dunia, 463 hilang, 2.600 luka-luka, dan lebih dari 3,2 juta jiwa terdampak.
Kerusakan akibat banjir meliputi ribuan rumah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta ratusan jembatan roboh di 50 kabupaten.
Hanif Janji Kerja Total
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pihaknya tetap bekerja sepenuh tenaga untuk menangani bencana.
“Ya, saya akan sepenuh tenaga untuk melaksanakan ini. Tentu sekali lagi, kami mohon izin dukungan kita semua,” kata Hanif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Hanif menjelaskan, kerusakan hutan tidak serta merta terjadi karena kebijakan baru saat dirinya menjabat.
“Karena ini kan permasalahan jangka lama ya, tidak jadi di saat ini saja. Jadi mungkin terjadi beberapa tahun lalu, tapi kita enggak mau menyalahkan,” ucapnya.
Lingkungan Lemah Picu Banjir
Hanif menambahkan, salah satu penyebab utama bencana adalah kapasitas lingkungan yang kurang memadai.
Kapasitas lingkungan merujuk pada kemampuan alam untuk menangkap, menyimpan, dan memanfaatkan sumber daya seperti air dan mineral.
“Pokoknya yang penting kapasitas lingkungan kurang, sehingga kita perlu meningkatkannya,” pungkasnya.
Menurut Hanif, peningkatan kapasitas lingkungan menjadi kunci agar risiko banjir serupa bisa diminimalkan di masa depan.
Baca juga: Menteri LH Cabut Izin Perusahaan Perparah Banjir Sumatera, 8 di Batang Toru
Cak Imin Serukan Tobat Nasuha
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyampaikan ajakan tobat nasuha dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan.
Ia menyebut telah mengirim surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan evaluasi total kebijakan.
“Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy dan langkah-langkah kita sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah,” ujar Cak Imin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Lingkungan-Hidup-Hanif-Faisol-Nurofiq-di-Gedung-DPR-Kompleks-Parlemen-Senayan-Jakarta.jpg)