Banjir Bandang di Sumatera
Pakar: Dampak Banjir di Sumatra Lebih Luas dari Tsunami Aceh 2004
Pakar kebencanaan menilai banjir di Pulau Sumatra memiliki dampak yang lebih luas dari tsunami Aceh 2004. Banjir ini berdampak di tiga provinsi.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Pusat Penelitian Penanggulangan Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Prof Eko Teguh Paripurno menilai banjir di Pulau Sumatra memiliki dampak yang lebih luas dari tsunami Aceh 2004.
Banjir bandang dan tanah longsor berdampak di tiga provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Maka dari itu Eko mengingatkan agar pemerintah memperhatikan langkah jangka pendek dan jangka panjang dalam menangani bencana hidrometeorologi ini.
"Jangka pendeknya itu adalah urusan keselamatan generasi yang ada di sana, bagaimana nanti berhubungan dengan ekonomi, kecupan gizi ya karena aset penghidupannya itu sangat terbatas sekarang ini," ungkap Eko kepada Tribunnews.com dalam dialog Overview, Rabu (3/12/2025).
Eko menegaskan, saat ini yang terjadi di Sumatra bukan hanya sekadar urusan bencana, melainkan urusan kemanusiaan.
Terlebih, terputusnya rantai pasok dinilai membuat kondisi tidak mudah.
"Karena rantai pasok sekarang juga terganggu dan menurut saya ini lebih dari tsunami Aceh."
"Tsunami Aceh itu banyak korbannya namun keluasannya 'hanya' di pantai, tapi (banjir) ini sangat luas. Rantai pasoknya itu putus," ungkapnya.
Untuk diketahui, bencana tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004.
Tsunami menyapu hingga beberapa kilometer ke daratan, menghancurkan rumah, jembatan, pelabuhan, dan infrastruktur vital. Korban tsunami Aceh di Indonesia mencapai lebih dari 170.000 jiwa.
Bupati Aceh Utara: Kerusakan Lebih Parah dari Tsunami
Sementara itu Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa, menyampaikan bencana banjir yang melanda wilayahnya dalam beberapa hari terakhir berada pada tingkat keparahan yang melampaui tragedi tsunami 2004 silam.
Menurutnya, skala kerusakan yang terjadi tidak hanya menghancurkan permukiman warga, tetapi juga memutus akses vital dan menelan korban jiwa dalam jumlah banyak.
“Lebih parah daripada tsunami, rumah hilang, seluruh kawasan terdampak, nyawa manusia melayang, infrastruktur rusak, jembatan putus, jalan-jalan rusak parah,” ujar Ayahwa dikutip dari Serambinews.com, Selasa (2/12/2025).
Menurut Bupati, tsunami pada 2004 hanya terdampak di wilayah pesisir dan berlangsung singkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kapolri-Salurkan-Bantuan-ke-Aceh-Tamiang-Melalui-Airdrop_20251202_162304.jpg)